Banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah saat musim hujan tidak hanya berdampak pada mesin dan kelistrikan sepeda motor. Sistem pengereman, khususnya kampas rem dan cakram, juga menjadi komponen yang paling rentan terdampak air banjir, terutama jika motor digunakan untuk menerjang genangan dengan ketinggian tertentu. Air banjir yang bercampur lumpur, pasir, dan kotoran halus dapat masuk ke sela-sela kampas dan cakram rem. Kondisi ini membuat permukaan gesek menjadi tidak optimal, sehingga performa pengereman menurun. Pengendara pun berisiko mengalami rem blong atau jarak pengereman yang lebih panjang. Menurut Agung, teknisi Vansy Motor di Tangerang, air banjir bisa menghilangkan daya cengkeram kampas rem dalam waktu singkat, bahkan setelah genangan dilewati. “Begitu kampas dan cakram terkena air banjir, rem biasanya langsung terasa kurang pakem. Kalau airnya kotor, partikel lumpur bisa menempel dan mempercepat keausan kampas,” kata Agung kepada Kompas.com, Senin (12/1/2026). Ilustrasi memperbaiki rem motor. Agung menjelaskan, kampas rem yang terus dibiarkan dalam kondisi lembap berisiko mengalami glazing atau permukaan kampas menjadi licin dan mengeras. Efeknya, meski rem ditekan kuat, daya pengereman tetap tidak maksimal. Selain kampas rem, cakram juga tak luput dari dampak air banjir. Paparan air dalam waktu lama dapat memicu karat di permukaan cakram, terutama bila motor langsung diparkir tanpa dikeringkan terlebih dahulu. “Karat tipis memang bisa hilang saat dipakai, tapi kalau dibiarkan lama, permukaan cakram bisa jadi tidak rata. Ini bikin getaran saat pengereman dan kampas cepat habis,” ujarnya. Ia menambahkan, penggunaan motor setelah menerjang banjir sebaiknya diikuti dengan pengecekan sistem pengereman. Minimal, pengendara perlu mengeringkan kampas dan cakram dengan cara melakukan pengereman ringan berulang kali di jalan yang aman. “Kalau setelah kering rem masih terasa keras, berdecit, atau kurang pakem, sebaiknya kampas dibongkar dan dibersihkan. Jangan tunggu sampai rem benar-benar bermasalah,” kata Agung. Dengan demikian, bahaya air banjir terhadap kampas rem dan cakram motor tidak boleh dianggap sepele. Performa rem yang menurun bukan hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengendara, terutama saat berkendara di kondisi jalan licin pascabanjir. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang