Mudik Lebaran menggunakan sepeda motor masih banyak dilakukan masyarakat, terutama untuk perjalanan antarkota dengan jarak ratusan kilometer. Padahal, cara ini dinilai memiliki risiko keselamatan yang cukup tinggi. Head of Safety Riding Promotion Agus Sani mengatakan, motor pada dasarnya tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh dengan membawa banyak barang atau penumpang. Kondisi ini dapat memicu kelelahan lebih cepat pada pengendara. “Memang mudik menggunakan motor sebenarnya tidak disarankan, terutama untuk perjalanan jarak jauh, karena tidak dirancang untuk perjalanan ratusan kilometer dengan membawa banyak barang atau penumpang, sehingga tingkat kelelahan pengendara lebih cepat terjadi,” kata Agus. Ilustrasi mudik menggunakan motor, wajib perhatikan anjuran keselamatan Agus menjelaskan, kelelahan saat berkendara dapat berdampak langsung pada penurunan konsentrasi. Ketika fokus menurun, potensi terjadinya kecelakaan di jalan juga akan meningkat. “Ketika tubuh kita lelah, konsentrasi juga pastinya akan menurun dan risiko terjadinya kecelakaan menjadi lebih tinggi,” ujarnya. Selain faktor kelelahan, risiko lain datang dari minimnya perlindungan yang dimiliki motor dibandingkan kendaraan roda empat. Jika terjadi kecelakaan, pengendara motor lebih rentan mengalami cedera serius. “Jika terjadi kecelakaan pengendara lebih rentan mengalami cedera yang cukup serius, belum ditambah lagi kondisi lalu lintas saat mudik yang biasanya lebih padat,” kata Agus. Karena itu, Agus menyarankan masyarakat mempertimbangkan moda transportasi lain yang lebih aman untuk perjalanan jarak jauh saat mudik. “Untuk perjalanan jarak jauh saat mudik sebaiknya menggunakan moda transportasi yang lebih aman seperti bus, kereta, atau mobil,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang