JAKARTA, KOMPAS.com - Jalur yang berkelok dan menurun kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama ketika pengemudi tidak mengendalikan kecepatan sejak awal. Kondisi jalan yang minim penahan laju, ditambah tikungan tajam, dapat membuat kendaraan kehilangan kendali apabila melaju terlalu cepat. Dalam situasi seperti ini, penerapan teknik mengemudi defensif menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan. Menurut Sony Susmana, pendiri Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), banyak insiden terjadi karena kendaraan melaju terlalu kencang tanpa pengendalian kecepatan yang memadai. "Mobil bisa meluncur deras karena tidak ada penahan laju. Akibatnya, saat di depan terdapat tikungan, kendaraan tidak memiliki daya cengkeram yang cukup untuk berbelok karena kecepatan berlebih, sehingga mobil justru melaju lurus dan keluar jalur," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (17/12/2025). Sony menjelaskan, pengemudi seharusnya sudah melakukan pengurangan kecepatan sebelum memasuki turunan atau tikungan. Salah satu cara yang disarankan adalah dengan menggunakan gigi rendah agar laju kendaraan dapat lebih terkontrol. "Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pengemudi perlu melakukan perlambatan dengan menggunakan gigi rendah, sehingga engine brake dapat bekerja dan dibantu dengan sesekali menginjak pedal rem," kata Sony. Tuas transmisi mobil Toyota matik CVT Ia menambahkan, pemanfaatan engine brake sangat penting karena mampu menahan laju kendaraan tanpa mengandalkan gesekan berlebih pada sistem pengereman. Dengan begitu, komponen rem tidak cepat mengalami panas berlebih. "Engine brake diperlukan karena dapat menahan laju kendaraan tanpa gesekan langsung, sehingga piringan rem dan minyak rem tidak cepat panas yang berpotensi menyebabkan rem blong," ujarnya. Lebih lanjut, Sony mengakui bahwa teknik ini masih belum sepenuhnya dikuasai oleh pengemudi pemula. Padahal, pemahaman mengenai penggunaan engine brake dan pengaturan gigi merupakan bagian penting dari mengemudi defensif, terutama saat melintasi jalur menurun dan berliku. "Teknik ini memang masih kurang dikuasai oleh pengemudi yang masih pemula," kata Sony. Dengan menguasai teknik perlambatan yang tepat dan membaca kondisi jalan sejak dini, risiko kendaraan kehilangan kendali di jalur menurun dan menikung dapat diminimalisir. Mengemudi defensif bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga soal kesadaran untuk selalu mengutamakan keselamatan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang