Pabrik perakitan Mitsubishi Fuso di Indonesia Kinerja ekspor otomotif Indonesia pada awal 2026 menunjukkan tren positif, termasuk untuk segmen kendaraan komersial yang menjadi salah satu kontributor penting. Peningkatan ini menjadi sinyal bahwa industri otomotif nasional semakin kompetitif di pasar global, khususnya untuk kendaraan niaga. Dilihat VIVA Otomotif dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo, Kamis 2 April 2026, sepanjang Januari–Februari 2026, ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) tercatat mencapai 86.588 unit. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya permintaan kendaraan buatan Indonesia di luar negeri. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain itu, ekspor dalam bentuk completely knocked down (CKD) juga menunjukkan kinerja positif dengan total 13.934 set. Tidak hanya itu, ekspor komponen kendaraan bahkan menembus lebih dari 29 juta pieces, memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi basis produksi kendaraan utuh, tetapi juga bagian penting dari rantai pasok global.Berdasarkan data ekspor, kendaraan komersial buatan Indonesia banyak dikirim ke berbagai negara di Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Latin. Beberapa negara tujuan utama antara lain Meksiko, Peru, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, hingga Oman. Booth Hino di GIIAS 2025 Selain itu, pasar ekspor juga mencakup negara-negara berkembang lainnya seperti Bangladesh, Kamboja, Brunei, Lebanon, hingga negara di kawasan Karibia seperti Barbados, Jamaika, dan Guatemala. Hal ini menunjukkan jangkauan ekspor Indonesia yang semakin luas dan tidak bergantung pada satu kawasan saja.Kendaraan niaga ringan seperti pick up dan van menjadi salah satu kontributor utama dalam ekspor. Model seperti Gran Max, Town Ace, hingga Lite Ace banyak diminati di negara berkembang karena daya angkut yang sesuai dengan kebutuhan usaha serta biaya operasional yang relatif terjangkau.Di sisi lain, kendaraan dengan karakter semi komersial seperti SUV ladder frame juga turut menopang ekspor. Model seperti Fortuner banyak dikirim ke kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin yang membutuhkan kendaraan tangguh untuk berbagai kondisi jalan.Peningkatan ekspor ini tidak terlepas dari kapasitas produksi nasional yang terus tumbuh. Dalam dua bulan pertama 2026, total produksi kendaraan di Indonesia mencapai 209.543 unit, yang menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor. Daihatsu Gran Max Blind Van ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain faktor produksi, efisiensi biaya dan kualitas produk juga menjadi alasan utama meningkatnya permintaan dari luar negeri. Kendaraan komersial buatan Indonesia dinilai memiliki daya tahan yang baik serta harga yang kompetitif, sehingga diminati di berbagai negara berkembang.Dengan tren positif yang terus berlanjut, kendaraan komersial diperkirakan akan tetap menjadi salah satu andalan ekspor otomotif Indonesia sepanjang tahun ini. Terlebih, kebutuhan kendaraan niaga di berbagai negara masih akan terus tumbuh seiring ekspansi sektor industri dan logistik.