Mitsubishi Colt L300 Di tengah hal tersebut, keberadaan Mitsubishi L300 menjadi sorotan. Model kendaraan niaga ringan ini telah lama diproduksi secara lokal di fasilitas PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI). Selama puluhan tahun, L300 dikenal sebagai tulang punggung distribusi barang, terutama bagi pelaku usaha kecil, pasar tradisional, hingga sektor logistik di daerah. GULIR UNTUK LANJUT BACA Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Atsushi Kurita menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi antara pemerintah dan pihak Mitsubishi terkait pengadaan kendaraan untuk program tersebut. Meski demikian, perusahaan menyatakan siap apabila mendapatkan penugasan.“Saat ini belum ada diskusi resmi. Namun kami percaya bersama pemerintah sedang ada pembicaraan dengan berbagai pihak. Jika memang ada instruksi, tentu sebagai perusahaan kami harus menyanggupi,” ujar Kurita di Jakarta.Ia menambahkan, dari sisi kapasitas, fasilitas produksi di MMKI dinilai cukup untuk memproduksi L300 atau model lain sesuai kebutuhan. Hanya saja, perusahaan belum mengetahui besaran volume yang akan dipesan.“Kami belum tahu berapa yang diorder, karena tidak mungkin semuanya sekaligus. Itu tergantung magnitud dan volumenya,” katanya.Secara teknis, L300 memiliki sejumlah karakter yang relevan untuk operasional koperasi desa, seperti daya angkut besar, mesin diesel yang tangguh, serta kemudahan perawatan. Pengalaman panjang model ini di berbagai sektor usaha juga menjadi salah satu faktor pendukung.Sebagai perbandingan, lini pikap Mitsubishi lainnya seperti Mitsubishi Triton saat ini masih didatangkan dalam bentuk completely built-up (CBU) dari Thailand. Berbeda dengan Triton, L300 telah dirakit di dalam negeri dengan dukungan jaringan pemasok serta layanan purnajual yang luas. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kurita menegaskan bahwa perusahaan pada prinsipnya akan mengikuti keputusan pemerintah. Namun hingga saat ini, belum ada komunikasi resmi yang mengarah pada penunjukan langsung. Dengan kapasitas produksi yang tersedia, Mitsubishi menyatakan siap apabila sewaktu-waktu diminta memenuhi kebutuhan kendaraan untuk program Kopdes Merah Putih."Jadi, jika memang kami mnerima perintah dari pemerintah, pastinya sebagai perusahaan yang baik harus menyanggupi," tuturnya.