Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengaku belum pernah dihubungi Agrinas Pangan Nusantara terkait rencana pengadaan kendaraan pikap maupun double cabin untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih. Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, mengatakan bahwa secara portofolio produk, Mitsubishi sebenarnya siap memenuhi kebutuhan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada komunikasi resmi. “Secara produk kami siap. Untuk pikap, kami sudah memproduksi sendiri L300 di Indonesia melalui MMKI,” ujar Kurita, kepada wartawan, Jumat (27/2/2026). Pernyataan ini menarik, mengingat Mitsubishi memiliki dua model yang sangat relevan untuk kebutuhan armada distribusi yakni L300 di segmen pikap ringan dan Triton untuk double cabin. Mitsubishi L300 masih memimpin segmen light commercial vehicle selama 30 tahun lebih L300: Tulang Punggung Niaga yang Sudah Lokal Model yang dimaksud adalah Mitsubishi L300, kendaraan niaga legendaris yang sudah puluhan tahun menjadi andalan pelaku usaha kecil hingga distributor besar. L300 diproduksi oleh Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di fasilitas dalam negeri. Status produksi lokal ini menjadi nilai tambah penting, terutama jika proyek pengadaan mempertimbangkan aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Secara spesifikasi, L300 dibekali mesin diesel 2.268 cc (4N14) dengan tenaga sekitar 98 hp dan torsi 200 Nm. Karakter mesinnya dikenal kuat di putaran bawah, cocok untuk angkut barang berat di medan beragam. Harga L300 saat ini berada di kisaran Rp 246 juta hingga Rp 251 jutaan (OTR Jakarta), tergantung varian cab dan chassis atau pikap flat. Dari sisi performa pasar, L300 tetap menjadi kontributor besar di segmen pikap ringan. Sepanjang tahun lalu, penjualannya tercatat sekitar 13.527 unit secara wholesales nasional. Angka ini menunjukkan L300 masih menjadi pemain dominan di kelasnya. Mitsubishi Triton di IIMS 2024 Triton: Double Cabin Andal, tapi Masih Impor Untuk kebutuhan double cabin, Mitsubishi memiliki Triton. Model ini menyasar kebutuhan operasional lebih berat, termasuk sektor pertambangan, perkebunan, hingga proyek konstruksi. Triton dibekali mesin diesel 2.442 cc dengan rentang tenaga 108 hp hingga 181 hp tergantung varian. Sistem penggerak 4x4 dan ground clearance sekitar 220 mm membuatnya mumpuni untuk medan berat. Namun berbeda dengan L300, Triton saat ini masih berstatus impor utuh (CBU) dari Thailand. Faktor ini bisa menjadi pertimbangan dalam proyek pengadaan skala besar yang mengutamakan produksi lokal. Harga Triton di Indonesia berada di rentang Rp 323 juta hingga Rp 553 jutaan (OTR Jakarta), tergantung varian single cab atau double cab serta fitur yang dibawa. Dari sisi penjualan, Triton mencatat sekitar 6.722 unit untuk varian double cabin dan 1.968 unit untuk single cabin sepanjang tahun lalu. Totalnya mendekati 9.000 unit, menjadikannya salah satu pemain kuat di segmen pikap 4x4 nasional. Rencana pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih sejatinya membuka peluang pasar fleet yang cukup besar bagi pabrikan otomotif. Dengan basis produksi lokal pada L300 dan pengalaman panjang di kendaraan niaga, Mitsubishi memiliki modal kuat untuk berpartisipasi. Namun hingga kini, MMKSI menegaskan belum ada pembahasan formal terkait proyek tersebut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang