PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatatkan prestasi baru dalam sejarah ekspor otomotif nasional. Meski situasi geopolitik dunia sedang penuh tantangan, jumlah pengiriman mobil Toyota dari Indonesia ke pasar global berhasil menyentuh rekor tertinggi baru.Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julianto, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun lalu, volume ekspor Toyota hampir menyentuh angka psikologis 300.000 unit. "Pencapaian ekspor tahun lalu itu mencapai rekor baru, kita jadinya 300 ribu, tapi kurang-kurang dikit, 298 sekian ribu," ujar Nandi Julianto di Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026).Pencapaian gemilang ini didorong oleh kuatnya permintaan terhadap model-model yang diproduksi di dalam negeri, baik varian mesin konvensional (ICE) maupun teknologi elektrifikasi. Untuk model elektrifikasi, Toyota mengandalkan Yaris Cross dan Innova Zenix. Sementara untuk varian non-elektrifikasi (ICE), model seperti Avanza, Veloz, Fortuner, hingga Wigo (Agya) masih menjadi tulang punggung ekspor.Sejauh ini, Asia dan Timur Tengah masih menjadi tujuan utama, namun ekspansi ke Amerika Latin juga terus berjalan.Nandi menyadari bahwa kondisi ekonomi dunia dan geopolitik merupakan tantangan yang nyata bagi keseimbangan ekonomi global. Namun, Toyota Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan daya saing (competitiveness) di pasar internasional."Kita baru awal ini kagetnya banyak, kaget Venezuela, Greenland, Iran, jadi banyak hal mengagetkan jadi geopolitiknya luar biasa, bukan hanya indonesia tapi seluruh keseimbangan ekonomi dunia jadi tantangan," ujar Nandi.Fokus utama ke depan adalah memperkuat segmen A dan B yang menjadi kunci di negara-negara berkembang dengan tingkat motorisasi yang tumbuh cepat."Kita tidak mau berhenti di sana, kita mau mengembangkan kunci segmen, segmen A dan B, kunci global south, negara yang akan berkembang," pungkasnya.