Tren elektrifikasi kendaraan di Indonesia terus berkembang. Di tengah pilihan antara mobil listrik murni dan hybrid, model plug-in hybrid mulai dilirik sebagai solusi transisi yang dinilai paling realistis untuk sebagian konsumen. Salah satu yang didorong ke segmen ini adalah Jaecoo J7 SHS-P. SUV tersebut mengusung sistem Super Hybrid System (SHS) dan diposisikan sebagai opsi elektrifikasi yang tetap fleksibel untuk berbagai kebutuhan penggunaan. Jaecoo menilai teknologi plug-in hybrid masih relevan untuk pasar Indonesia yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata. Data wholesales Gaikindo menunjukkan penjualan mobil hybrid di Indonesia sepanjang 2025 tumbuh sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan volume mendekati 66.000 unit atau berkontribusi sekitar 8,2 persen dari total penjualan nasional. Produksi lokal kendaraan hybrid juga naik sekitar 30 persen, menandakan penerimaan pasar yang semakin baik. Jaecoo J7 AWD Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma mengatakan, tren serupa juga terlihat di berbagai negara, termasuk Inggris. Di pasar tersebut, J7 SHS-P masuk jajaran model plug-in hybrid terlaris dan sempat menempati posisi kedua penjualan di segmennya. Pencapaian Jaecoo J7 SHS-P di Inggris “Pencapaian Jaecoo J7 SHS-P di Inggris menunjukkan SUV plug-in hybrid dengan performa dan efisiensi tinggi semakin dipercaya konsumen. Kami melihat tren serupa mulai tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” kata Jim Ma, melalui keterangan resmi, Kamis (12/11/2026). Menurutnya, konsumen membutuhkan SUV elektrifikasi yang tetap bertenaga, efisien, sekaligus fleksibel untuk pemakaian harian maupun perjalanan jauh. Jaecoo J7 SHS Jaecoo juga membawa strategi elektrifikasi lewat beberapa model berbeda, mulai dari J5 EV sebagai kendaraan listrik murni, hingga J7 SHS-P dan J8 SHS Ardis yang berbasis hybrid. Pendekatan ini ditujukan agar konsumen bisa memilih teknologi sesuai kebutuhan dan kesiapan infrastruktur. “Kami melihat hybrid sebagai opsi strategis bagi konsumen yang menginginkan efisiensi dan elektrifikasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya,” kata Jim Ma. Secara teknis, J7 SHS-P dibekali sistem plug-in hybrid dengan motor listrik bertenaga hingga 150 kW yang dipadukan mesin konvensional. Sistem ini dirancang tetap menjaga performa meski kapasitas baterai berada di level rendah. Jaecoo mengeklaim, saat baterai di bawah 20 persen, penyaluran tenaga tetap stabil tanpa penurunan performa yang signifikan. Karakter berkendara disebut tetap responsif baik untuk penggunaan dalam kota maupun jarak jauh. Dari sisi performa, mesin bensin J7 SHS-P menghasilkan tenaga maksimum 140 hp dengan torsi puncak 215 Nm. Motor listriknya memiliki daya puncak 201 hp dan torsi 310 Nm, menghasilkan kombinasi akselerasi yang responsif. Untuk efisiensi, model ini menawarkan jarak tempuh listrik murni hingga 100 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Sementara jarak tempuh gabungan diklaim bisa mencapai 1.377 kilometer. Di ajang IIMS 2026, Jaecoo menampilkan J7 SHS-P bersama J5 EV dan J8 SHS-P Ardis di Hall B3 JIExpo Kemayoran. Pengunjung juga dapat mencoba langsung melalui sesi test drive yang disediakan. Dari sisi jaringan, Jaecoo saat ini telah memiliki 25 diler di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, hingga Makassar. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 80 diler hingga akhir 2026 untuk memperluas jangkauan layanan penjualan dan purna jual. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang