Jaecoo Indonesia memastikan harga Jaecoo J5 EV tetap di bawah Rp 300 juta meski kepastian insentif kendaraan listrik 2026 belum diumumkan pemerintah. Saat ini, SUV listrik tersebut masih dibanderol Rp 299,9 juta. Head of Marketing Jaecoo Indonesia Ilham Pratama mengatakan, keputusan mempertahankan harga dilakukan sambil menunggu kejelasan kebijakan insentif yang berpotensi memengaruhi struktur harga kendaraan listrik di pasar domestik. “Harganya masih sama, masih di Rp 299,9 juta,” ujar Ilham saat meresmikan diler baru di Jakarta Barat, Rabu (26/2/2026). Sebagai langkah antisipasi, Jaecoo juga menawarkan skema lock price bagi konsumen yang melakukan pemesanan lebih awal. Melalui program ini, pembeli tidak perlu menambah biaya apabila terjadi kenaikan harga sebelum unit dikirim. Jaecoo J5 EV “Nah lock price itu kita berikan sebagai penawaran. Misalkan konsumen mau ambil, nanti kalau pun pada saat kebijakan dihapus atau tidak dilanjutkan lalu ada kenaikan, dia tidak perlu lagi menambah biayanya,” kata Ilham. Ia menjelaskan, program tersebut berlaku seragam di seluruh jaringan diler Jaecoo di Indonesia. Pengiriman unit kepada konsumen dijadwalkan mulai April 2026. “Unit itu baru akan dimulai pengiriman di bulan April. Karena kita masih berharap akan ada kepastian dalam waktu dekat, mungkin setelah Lebaran. Tapi kalau belum, kita sudah memiliki skenario harganya di April,” ujarnya. Terkait nominal, terdapat penyesuaian biaya lock price dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 sebesar Rp 8 juta, untuk periode 2026 menjadi Rp 10 juta. “Sekarang Rp 10 juta untuk 2026. Kalau 2025 itu kan Rp 8 juta,” ucap Ilham. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang