Persaingan mobil elektrifikasi di Indonesia semakin memanas dengan hadirnya teknologi yang tak hanya mengandalkan baterai murni (BEV), tapi juga solusi range extender dan plug-in hybrid. Dua kontestan yang mencuri perhatian belakangan ini adalah Changan Deepal S05 REEV dan Jaecoo J7 SHS. Meski sama-sama membawa mesin bensin 1.500 cc di balik kapnya, keduanya memiliki filosofi mekanis yang berbeda total. Satu mengandalkan sistem Range Extended Electric Vehicle (REEV), sementara lainnya bangga dengan Super Hybrid System (SHS). Lantas, bagaimana jika keduanya dikomparasi secara detail? Eksterior: Elegan Minimalis Lawan Tangguh Petualang Bicara desain, Deepal S05 tampil dengan bahasa desain futuristik yang sangat bersih. Garis bodinya minim lekukan tajam, memberikan kesan aerodinamis dengan koefisien hambat udara hanya 0,25 Cd. Penggunaan frameless doors dan electric door handles mempertegas kasta premiumnya sebagai SUV modern. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Sementara itu, Jaecoo J7 SHS datang dengan karakter yang lebih maskulin dan "boxy". Aura SUV petualangnya kental berkat jarak terendah ke tanah mencapai 200 mm dan desain gril vertikal yang tegas. J7 seolah ingin menunjukkan jati dirinya sebagai mobil yang siap diajak keluar aspal, meski tetap memiliki sentuhan modern pada lampu depan LED-nya. Interior dan Dimensi: Kenyamanan Lawan Fitur Pintar Masuk ke kabin, Deepal S05 unggul telak soal kelapangan. Dengan jarak sumbu roda mencapai 2.880 mm, ruang kaki di baris kedua terasa sangat lega untuk ukuran SUV kompak. Interiornya didominasi layar sentuh besar 15,4 inci yang mengontrol hampir seluruh fungsi kendaraan, menciptakan nuansa clean look. Jaecoo J7 SHS menawarkan pendekatan berbeda. Interiornya terasa lebih "sibuk" tapi mewah dengan sistem audio Sony 8-speaker dan layar 14,8 inci. J7 juga dibekali dengan Head-up Display (HUD) yang memproyeksikan informasi ke kaca depan, sebuah fitur yang sangat membantu konsentrasi pengemudi. Namun, dengan jarak sumbu roda 2.672 mm, ruang kabinnya tak seluas Deepal. Test drive Changan Deepal S05 di Chongqing, China Performa: Karakter Listrik Murni Vs Kekuatan Turbo Di sinilah perbedaan paling krusial. Deepal S05 REEV digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik belakang (RWD) bertenaga 215 tk dan torsi 320 Nm. Mesin 1.500 cc di depan hanya bertugas sebagai generator pengisi baterai, tidak terhubung ke roda. Hasilnya? Sensasi berkendara halus dan instan layaknya mobil listrik murni. Jaecoo J7 SHS menggunakan sistem plug-in hybrid yang lebih kompleks. Mesin 1.5L Turbo-nya bisa bekerja bersama motor listrik untuk memutar roda depan (FWD). Kombinasi ini menghasilkan tenaga buas mencapai 342 tk dan torsi 525 Nm. Secara performa di atas kertas, Jaecoo jauh lebih bertenaga, terutama saat diajak berakselerasi di jalan bebas hambatan. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Jarak Tempuh: Siapa Paling Jauh? Soal efisiensi jarak tempuh, keduanya sama-sama menawarkan solusi "anti-cemas" kehabisan daya. Deepal S05 REEV dibekali baterai LFP 27,28 kWh, ia bisa berjalan hingga 170 km (NEDC) tanpa bensin sama sekali. Saat tangki bensin penuh, total jarak tempuhnya bisa menembus lebih dari 1.000 km. Jaecoo J7 SHS jarak tempuh mode listriknya lebih pendek, sekitar 90-100 km karena baterainya lebih kecil (18,3 kWh). Namun, berkat efisiensi mesin hybrid-nya, total jarak tempuh kombinasi diklaim mencapai 1.300 km. Deepal S05 REEV Kesimpulan Jika Anda mencari kenyamanan kabin yang lapang dan menginginkan sensasi berkendara layaknya mobil listrik tanpa harus pusing mencari SPKLU di perjalanan jauh, Deepal S05 REEV adalah pilihan yang masuk akal. Namun, jika Anda lebih menyukai performa mesin turbo yang bertenaga, desain yang gagah, serta total jarak tempuh yang lebih panjang untuk touring antarkota, Jaecoo J7 SHS sulit untuk diabaikan. Jadi, pilih tim "Genset Berjalan" atau "Turbo Hybrid"? KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang