Perhitungan biaya mudik pakai mobil listrik Jaecoo J5 EV mencakup tarif tol dan pengisian daya. Menariknya klaim jarak jelajah mobil ini sekitar 400 - 470 kilometer, sementara jarak rute Jakarta Semarang sekitar 450 kilometer. Sport utility vehicle (SUV) listrik ini memiliki dimensi panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.650 mm serta wheelbase 2.620 mm. Approach angle 20 derajat dan departure angle 30 derajat untuk menunjang ragam jalur yang dilalui mobil. Bagian suspensi menggunakan MacPherson sturt pada bagian depan dan multi-link pada bagian belakang. Jaecoo J5 EV ditenagai baterai berdaya 60.9 kWh, dikawinkan dengan motor listrik bertenaga puncak 155 kW atau 207 Tk, dan torsi puncak 288 Nm di putaran 18.000 rpm. Mobil dapat melaju dari posisi diam ke 100 kilometer per jam dalam waktu 7.7 detik. Sedangkan klaim konsumsi listriknya di angka 16.6 kWh per 100 kilometer atau 6 kilometer per kWh. Secara pengujian WLTC mobil ini dapat melaju sejauh 400 atau 470 kilometer dengan pengujian NEDC. Pengisian daya cepat juga tersedia. Baterai dapat terisi dari 30 persen sampai 80 persen dalam waktu 27 menit. Jaecoo J5 EV Sementara berdasarkan pengujian tim redaksi sebelumnya, dengan rute Bekasi-Bogor, Jawa Barat, Jaecoo J5 EV menunjukkan kombinasi tenaga besar, efisiensi tinggi, dan kenyamanan berkendara yang seimbang. Berdasarkan data MID selama pengujian, mobil menempuh jarak sejauh 91,5 kilometer dengan rata-rata kecepatan 14 km per jam, waktu tempuh 1 jam 1 menit, dan konsumsi energi tercatat 169 Wh per kilometer. Dengan konsumsi tersebut, setiap 1 kWh listrik mampu menempuh sekitar 5,9 kilometer. Bila menggunakan konsumsi daya rata-rata tersebut, maka biaya mudik menggunakan Jaecoo J5 EV rute Jakarta-Semarang bisa dihitung dengan cara berikut. Jaecoo J5 EV Berhubung rute yang menjadi acuan Jakarta - Semarang via Tol Trans Jawa, maka terdapat jarak sekitar 450 kilometer. Artinya, bila baterai Jaecoo J5 EV dicas penuh di rumah, sebaiknya tetap melakukan pengisian di tengah jalan untuk mengantisipasi. Berdasarkan data terkini, total ada 53 rest area di Tol Trans Jawa yang telah dilengkapi SPKLU dengan berbagai kapasitas daya. Mulai dari pengisian arus bolak-balik (AC) hingga pengisian cepat arus searah (DC fast charging). Tarif listrik rumah tangga non-subsidi saat ini berada di kisaran Rp 1.400–1.700 per kWh, dan tarif SPKLU DC fast charging seperti PLN, Voltron sekitar Rp 2.466,74 per kWh. Jaecoo J5 EV Untuk menempuh jarak 450 kilometer, dengan konsumsi daya rata-rata 5,9 kilometer per kWh, maka dibutuhkan daya sekitar 76,2 kWh, atau dua kali pengisian baterai. Sementara kapasitas baterai Jaecoo J5 EV 60,9 kWh. Katakanlah per kWh daya listrik Rp 2.500, maka totalnya dalam sekali perjalanan adalah Rp 191.000 sampai Rp 304.500 untuk dua kali pengisian sampai penuh. Rute ini melintasi ruas tol utama seperti Jakarta-Cikampek, Cipali, hingga Batang-Semarang, dengan estimasi biaya tol Golongan I berkisar di angka Rp 421.500. Sehingga total biaya tol dan daya listrik menjadi Rp 612.500 sampai Rp 726.000, belum biaya lain-lain seperti makan, layanan di masing-masing SPKLU dan akomodasi lainnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang