Di tengah lonjakan pemesanan Jaecoo J5 EV yang menembus 14.000 unit, Jaecoo Indonesia mulai mempertimbangkan ekspansi varian ke model hybrid, yakni J5 SHS (Super Hybrid System). Minat terhadap versi listrik murni tersebut disebut masih kuat. Namun, perusahaan mulai melakukan kajian internal untuk melihat potensi pasar varian hybrid (J5 SHS) di Indonesia. Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, mengatakan bahwa saat ini perusahaan masih memprioritaskan penjualan J5 EV. “Kalau saat ini kita masih fokus di EV. Karena kalau lihat dari trennya, EV ini di J5 masih tinggi,” ujar Ilham Pratama saat meresmikan diler terbaru di Jakarta Barat, Rabu (25/2/2026). Ia menambahkan, meski permintaan terhadap J5 EV solid, peluang menghadirkan versi hybrid tetap terbuka, mengingat secara global Jaecoo sudah memiliki produk dengan teknologi tersebut. Jaecoo J5 SHS. “Kalau memang dibutuhkan, secara global kami sudah memiliki produknya. Jadi tinggal menyesuaikan untuk pasar Indonesia,” ujarnya. Secara spesifikasi global, J5 SHS hadir sebagai SUV dengan super hybrid system alias plug-in hybrid (PHEV), memadukan mesin bensin 1.5L turbocharged dan motor listrik. Tenaga totalnya mencapai 165kW (setara 221 tk) dengan torsi 295 Nm, yang memungkinkan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,9 detik. Jaecoo J5 SHS. Mobil ini memiliki dimensi ringkas namun lega, dengan panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.650 mm, dan jarak poros roda 2.620 mm, menampung lima penumpang. Konsumsi bahan bakarnya efisien, sekitar 5,3 L/100 Km (18,8 Km/liter). Fitur J5 Hybrid cukup lengkap, meliputi sistem ADAS (kontrol jelajah adaptif, blind-spot detection), layar infotainment 13,2 inci, cluster digital 8 inci, kamera 540 derajat, 6 airbag, interior premium dengan ventilated seats (jok berpendingin), wireless charging (pengisi daya tanpa kabel), dan kaca kedap suara. Meski spesifikasi global sudah siap, Ilham menekankan, keputusan membawa J5 Hybrid ke Indonesia belum pasti tahun ini. “Saat ini kita masih menggodok dan mengkaji kembali kebutuhan pasar untuk versi hybrid. Artinya kita siapkan itu, kalau secara global kita sudah ada produknya, tinggal nanti ditunggu saja,” tuturnya. Langkah ini menunjukkan bahwa Jaecoo tetap adaptif terhadap permintaan pasar, meski fokus utama mereka tetap pada kendaraan listrik murni. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang