Menjelang perjalanan ke luar kota, kondisi ban mobil menjadi salah satu aspek krusial yang kerap luput dari perhatian. Padahal, ban berperan langsung terhadap keselamatan, kenyamanan, dan stabilitas kendaraan selama menempuh perjalanan jarak jauh. Pemeriksaan ban sebelum berangkat penting dilakukan untuk meminimalkan risiko di jalan, mulai dari aus tidak merata hingga potensi pecah ban. Dengan memastikan seluruh komponen ban dalam kondisi optimal, perjalanan ke luar kota pun bisa berlangsung lebih aman dan tenang. Fisa Rizqiano, Head of Original Equipment (OE) Sales Bridgestone Indonesia, mengatakan, agar perjalanan lebih aman dan nyaman, ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan oleh pengendara. GR86 Cup Malaysia Series yang mengandalkan ban Bridgestone Potenza RE-71RS "Pertama, tekanan udara, pastikan sesuai rekomendasi pabrikan dan ukur dengan alat standar," ujar Fisa, dalam keterangan resminya. "Kedua, cek indikator Tire Wear Indicator (TWI). Jika alur sudah menyentuh tonjolan 1,6 mm, ban wajib diganti," kata Fisa. Ketiga, Fisa menambahkan, cek kondisi fisik ban. Hindari penggunaan ban yang retak, sobek, atau memiliki benjolan. Tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan yang tertera di sisi pintu pengemudi. "Keempat, pastikan ban cadangan atau tire repair kit siap digunakan dan tekanan ban cadangan idealnya lebih tinggi, lebih kurang 5 psi," ujarnya. Terakhir, Fisa mengatakan, lakukan spooring dan balancing secara berkala. Lakukan setiap 8.000 km hingga 10.000 km atau bila setir bergetar atau menarik ke satu sisi. "Spooring dan balancing akan membantu mendukung laju kendaraan lebih stabil, ban lebih tahan lama dan membuat pengendara lebih nyaman," kata Fisa. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang