Dalam upaya pencegahan praktik korupsi, Inspektorat Provinsi DKI Jakarta mensosialisasikan gerakan Mudik Aman Tanpa Pungli (MANTAP). Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (14/3) Minggu (15/3) dan Selasa (17/3) ini, melibatkan penyediaan posko yang dibangun di Terminal Pulo Gadung, Kampung Rambutan dan Monumen Nasional. Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini mengedukasi masyarakat serta memberikan wadah bagi mereka untuk melaporkan adanya praktik pungli yang mereka ketahui atau dirasakan sendiri. gerakan Mudik Aman Tanpa Pungli (MANTAP). Kegiatan ini merupakan program kolaborasi jajarannya dengan Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta serta Masyarakat Anti Pungli (MAPI). "Program ini telah terlaksana selama tiga tahun berturut-turut," ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (17/3/2026) Dhany menyebutkan, posko-posko yang telah dibangun di Terminal Pulo Gadung, Kampung Rambutan dan Monumen Nasional itu menjadi titik pengaduan bagi masyarakat yang mengalami, mengetahui atau melihat adanya praktik pungli, baik secara langsung maupun melalui media elektronik atau non-elektronik. Melalui kegiatan ini pihaknya berharap para pemudik dapat merasa lebih aman dan terhindar dari praktik pungli di tempat-tempat transportasi umum yang mereka gunakan, serta menyadarkan akan pentingnya peran mereka dalam menciptakan pelayanan publik yang bersih dan transparan. "Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan pengalaman mudik lebih aman, nyaman dan bebas dari pungli, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berperan aktif dalam menciptakan pelayanan publik yang bebas dari praktik pungli," tandasnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang