Kecelakaan tunggal menimpa kendaraan rombongan pemudik di KM 561 Jalur A ruas Tol Solo-Ngawi. Mobil Toyota Innova bernopol A 1896 UM menabrak pembatas mengakibatkan 8 orang luka."Untuk kejadian kecelakaan pemudik di tol Ngawi, 8 penumpang luka," ujar Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Yuliana Plantika saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (17/3/2026).Plantika menjelaskan bahwa dari 8 korban luka 1 orang mengalami luka kritis sedangkan tujuh lainnya luka ringan. Semua korban luka sudah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di RS Widodo Ngawi. "Korban semua dirawat di RS Widodo Ngawi satu luka berat dan tujuh luka ringan," jelas Plantika.Plantika menambahkan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB bermula saat kendaraan rombongan pemudik asal Cilegon melaju dari arah barat ke timur atau dari arah Solo ke Ngawi.Sesampai di lokasi, mobil pemudik tujuan Malang yang dikemudikan oleh Abudzar Al Batawi (30) warha, Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, oleng dan menabrak pembatas jalan."Jadi kendaraan oleng dan menabrak pembatas jalan. Diduga pengemudi mengantuk," tandas Plantika.Data yang dihimpun detikJatim, korban luka berat mengalami kritis yakni Fatin Khoiryah (27) warga Jombang Wetan, Cilegon, Banten.Kecelakaan akibat sopir mengantuk sudah sering kali terjadi. Belajar dari kecelakaan maut truk menabrak sejumlah kendaraan di Slipi, kondisi mengantuk tidak bisa disepelekan. Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan, tubuh manusia ada batasnya. Khusus untuk pengemudi, letih dan kantuk muncul ketika perjalanan jauh menyebabkan sirkulasi darah dan oksigen tubuh tak lancar."Ini berhubungan dengan fungsi otak. Saat ngantuk si otak lagi rest, sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya. Nah ini proses berpikirnya hilang," terang Sony belum lama ini.Sony menambahkan, rasa kantuk memang menjadi pemicu kecelakaan. Bahkan saat kendaraan tak dikemudikan dalam kecepatan tinggi namun pengemudi mengantuk maka celaka tetap menghantui.Menurut Pusat Kesehatan dan Pencegahan (Centers for Desease Control And Prevention) AS, rasa mengantuk biasanya terjadi saat pengendara tidak cukup tidur. Rasa kantuk bisa juga terjadi karena gangguan tidur yang tidak diobati atau kelelahan saat menjalani aktivitas. Kemudian bisa juga dipengaruhi oleh obat-obatan yang dijual bebas di pasaran.Tidak ada satu zat pun di dunia yang dapat menggantikan efek restorasi tidur. Rasa kantuk lumrah dialami oleh manusia. Saat rasa kantuk sudah muncul, ada baiknya untuk beristirahat dan tidak melakukan kegiatan lainnya seperti menyetir. Sebab menyetir membutuhkan fokus yang tinggi.Sony menghimbau agar para pengendara untuk tidak memaksakan diri kala mengemudi dan diharuskan beristirahat setelah berkendara selama 3 jam. Hal ini diperlukan agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan ketika berkendara."Jangan pernah maksain nyetir lebih dari 3 jam dan pastikan istirahatnya optimal. Jangan hanya bergantung sama rest area saja," terang Sony.