Pengemudi Fortuner ugal-ugalan hingga mengakibatkan kecelakaan di Tol Andara. Mobil menyalip dari bahu jalan hingga akhirnya menabrak Toyota Agya dan berujung terguling.Toyota Fortuner melaju kencang di bahu jalan sebelum akhirnya menghantam Toyota Agya dan berakhir terguling. Kasat PJR Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala mengatakan peristiwa terjadi pada Selasa (24/3) malam. Akibat kecelakaan itu, dua orang mengalami luka-luka. Reiki menjelaskan, mulanya Fortuner itu melaju di lajur 2 dengan kecepatan sekira 100 km/jam. "Setibanya di Km 02+400, pihak pertama (Fotuner) berpindah ke bahu luar untuk menyalip kendaraan di depannya," jelas Reiki dikutip detikNews.Usai menyalip, pengemudi Fortuner kemudian hendak berpindah ke lajur 1. Namun, di depannya ada kendaraan Agya sehingga tabrakan pun tak terhindarkan. Alhasil Fortuner itu pun terguling. Kedua mobil pun mengalami kerusakan. Bodi Frotuner rusak hingga kaca depannya hancur. Bodi samping juga hancur hingga pintunya rusak. Sementara Agya mengalami kerusakan pada body depan dan belakang kanan."Mobil pihak kedua (Agya) yang diketahui ingin keluar GT Andara 1," ucap Reiki.Sebagai pengingat, untuk menyalip kendaraan tak seharusnya lewat bahu jalan. Bahu jalan itu digunakan untuk arus lalu lintas pada keadaan darurat. Kendaraan dalam kondisi darurat juga bisa berhenti di bahu jalan. Karena sifatnya darurat, bahu jalan jelas bukan digunakan untuk menyalip. Bila kamu ingin mendahului kendaraan di depan, gunakan lajur paling kanan."Kalau maksa lewat bahu jalan dengan konsep mendahului (kecepatannya tinggi) ketemu dengan mobil yang statis atau berhenti, maka bisa dibayangkan benturannya," kata Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana beberapa waktu lalu.Di sisi lain, SUV bongsor sekelas Fortuner ataupun Pajero Sport memang tak diperuntukkan buat kebut-kebutan.Memacu SUV dengan ground clearance tinggi dan suspensi nyaman di jalan tol berisiko buat keselamatan. Tak jarang kecelakaan terjadi akibat memacu mobil hingga kecepatan tinggi di jalan tol.SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Dengan suspensi nyaman, biasanya mobil berisiko limbung hingga menyebabkan kehilangan keseimbangan saat dipacu dengan kecepatan tinggi. Lebih lagi, mobil bisa kehilangan kestabilan bila dipacu dengan kecepatan tinggi di tol."Kendaraan-kendaraan yang big SUV rata-rata sasisnya ladder frame, antara sasis dan bodi tidak menyatu atau terpisah. Artinya, bodi mobil pada jenis sasis ini diletakkan di atas sasis lalu disambungkan. Bisa dikatakan secara bentuk lebih jangkung atau tinggi. Sehingga gejala limbung atau bouncing yang terjadi lebih besar," tutur Sony.Ketika memacu SUV bongsor di kecepatan tinggi, seringnya berisiko membuat selip atau bahkan mudah terbalik. Ini bisa diakibatkan oleh terpaan angin dari depan ataupun samping.