Sebuah truk berstiker Koperasi Desa Merah Putih mengalami kecelakaan di alur nasional Bojonegoro-Babat, Kabupaten Bojonegoro. Truk Mitsubishi Fuso itu masih menggunakan pelat nomor sementara warna putih tulisan merah.Dikutip detikJatim, truk bernomor polisi B 9398 XNZ tersebut terperosok ke dalam selokan setelah sopirnya, Sumarno (48), warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terkejut oleh pengendara motor yang menyalip secara mendadak dari sisi kiri."Insiden ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ini, informasi dari sopir dan warga sekitar, bermula saat truk yang melaju dari arah barat ke timur. Saat di lokasi kejadian, sebuah sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya menyalip truk dari sisi kiri. Sopir kaget akhirnya banting setir ke kanan masuk selokan," kata Kapolsek Boureno AKP Sholeh saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (3/4/2026). Akibatnya, truk oleng ke kanan dan masuk ke dalam selokan di pinggir jalan. Dua saksi di lokasi, BH (37) dan HL (55), menyebut kecelakaan terjadi karena sopir berusaha menghindari tabrakan dengan sepeda motor tersebut. Meski posisi truk miring di dalam parit, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.Truk berstiker Koperasi Desa Merah Putih tampaknya masih dalam kondisi baru saat kecelakaan. Soalnya, truk itu masih menggunakan pelat nomor putih bertulisan merah.Pelat nomor warna putih tulisan merah berarti tanda coba kendaraan bermotor (TCKB). Berdasarkan Peraturan Polri No. 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, TCKB adalah tanda yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian sementara kendaraan bermotor sebelum diregistrasi.Bahaya Naik Motor Dekat TrukBuat pengendara sepeda motor, perlu diketahui bahaya berkendara dekat kendaraan besar seperti truk. Soalnya, truk memiliki blind spot atau titik tidak terlihat. Bisa jadi sopir truk tidak melihat keberadaan kita sebagai pengendara motor di sekitar mereka.Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengingatkan untuk selalu berhati-hati saat mengendarai motor di dekat truk. Menurutnya, ada lima karakter utama yang membuat kendaraan besar tersebut sering memakan korban."Berkendara di dekat kendaraan besar bahayanya tinggi. Pertama, blindspot-nya besar. Kedua, manuvernya butuh space. Ketiga, remnya sering blong. Keempat, mudah oleng. Lalu yang kelima, momentumnya besar, jadi kalau kecelakaan biasanya fatal," ujar Sony kepada detikOto.