Bundaran atau roundabout merupakan salah satu jenis persimpangan jalan yang cukup sering ditemui di kawasan perkotaan. Fungsi bundaran untuk mengatur arus kendaraan agar mengalir mengitari pulau jalan di tengah sebelum keluar menuju ruas jalan yang dituju. Di Indonesia, contoh bundaran yang terkenal antara lain Bundaran HI di Jakarta. Secara umum, roundabout dirancang untuk memperlancar lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan berkendara. Dengan bentuk melingkar, kendaraan dipaksa melambat sehingga potensi tabrakan bisa ditekan dibandingkan dengan persimpangan biasa. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, sebenarnya aturan berkendara di bundaran sudah cukup jelas. Namun penerapannya di lapangan masih banyak salah. Bundaran Bulan-bukan dekat Stasiun Bekasi. Di lokasi ini akan dibangun flyover pada 2028. “Roundabout itu sebenarnya sudah ada aturannya. Namun, penerapannya di Indonesia masih sulit,” kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat (6/3/2026) Ia menjelaskan, prinsip utama berkendara di bundaran adalah memberikan prioritas kepada kendaraan yang sudah berada di dalam lingkaran atau yang datang dari sisi kanan. "Seharusnya, prioritas diberikan kepada kendaraan yang sudah berada di dalam lingkaran. Kemudian kendaraan yang datang dari sisi kanan juga memiliki prioritas," kata Jusri. Artinya, pengendara yang hendak masuk ke bundaran harus lebih dulu memberi jalan kepada kendaraan yang sudah berada di dalamnya. Setelah itu, kendaraan dapat mengikuti alur bundaran hingga mencapai jalan keluar yang diinginkan. ilustrasi bundaran "Tapi yang sering terjadi justru sebaliknya. Kendaraan yang sudah berada di dalam lingkaran pun masih bisa dipotong atau cut off," kata Jusri. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa etika berkendara di jalan raya masih perlu ditingkatkan. "Aturan dasar di bundaran saja sebenarnya sudah jelas, tetapi praktiknya masih kacau di Indonesia," kata Jusri. Ia menilai, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan pemahaman aturan, tetapi juga menyangkut sikap dan pola pikir pengendara. Ilustrasi Bundaran HI: Sebuah helikopter yang terekam kamera saat terbang rendah di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Selasa (23/4/2013). "Hal ini berkaitan dengan empati dan etika berkendara yang belum terbentuk dengan baik. Karena pada dasarnya semua itu harus dibangun dari mindset," kata Jusri. Menurut dia, kesadaran berkendara yang baik seharusnya menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar mengikuti aturan karena terpaksa. "Mindset yang benar akan menjadikan aturan sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kewajiban. Kesadaran itu yang harus dibangun, dan cara paling mudah untuk mencapainya adalah melalui pengetahuan," kata Jusri. Mobil sedan hitam yang membawa PM Australia Anthony Albanese saat melintasi Bundaran HI usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jumat (6/2/2026). Tujuan Bundaran Selain mengatur prioritas kendaraan, bundaran juga memiliki beberapa tujuan penting dalam manajemen lalu lintas. Tujuannya yaitu mengurangi titik konflik tabrakan dibanding simpang biasa, memperlancar arus lalu lintas tanpa lampu merah dan memaksa kendaraan melambat sehingga lebih aman Kesalahan yang sering terjadi dalam praktik di jalan, adalah kendaraan memotong kendaraan yang sudah di dalam bundaran dan pengendara tidak memberi jalan saat masuk. Kesalahan lainnya yaitu pengemudi berpindah jalur di dalam bundaran tanpa memperhatikan kendaraan lain. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang