Daftar Isi Kok Makin Banyak Pengendara Mobil Lawan Arah? Di media sosial viral pengendara LCGC Toyota Calya diamuk massa di Jalan Gunung Sahari, Jakarta. Sebabnya, pengendara mobil LCGC itu melawan arah dan menabrak sejumlah kendaraan. Warga marah dan menyerang mobil itu agar berhenti.Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/2026) sore kemarin. Tampak mobil Calya berwarna hitam itu melawan arah, bahkan di jalanan yang padat. Mobil menabrak sejumlah motor dan berupaya menghindari kerumunan warga yang menyerang.Sejumlah warga mengejar mobil tersebut dengan memecahkan kaca mobil. Namun, mobil tersebut tetap melaju maju dan mundur untuk melarikan diri hingga menabrak mobil polisi. Beberapa waktu kemudian mobil terkepung dan dihentikan warga. Ps Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Arry Utomo mengatakan kecelakaan berawal ketika mobil melaju dari arah utara menuju selatan."Sesampainya di dekat Halte Lapangan Banteng, pada saat hendak diberhentikan oleh petugas, kendaraan tersebut tetap melaju dan terus berjalan ke arah selatan," ujarnya.Kemudian, setiba di Jalan Gunung Sahari IV, kendaraan berbelok ke arah berlawanan. Pengendara Calya itu kemudian melajukan mobilnya ke Jalan Bungur Besar Raya."Sesampainya di Jalan Gunung Sahari V, kendaraan tersebut berbelok ke kiri melawan arah di Jalan Gunung Sahari V ke arah timur hingga di di Simpang MBAL dan tetap melaju di Jalan DR Sutomoke arah timur," tuturnya.Di sekitar Hotel Bintang Baru, kendaraan berputar ke arah barat. Kemudian, kembali ke Simpang MBAL dan berbelok ke kiri ke Jalan Gunung Sahari arah utara."Hingga sampai di Simpang Pintu Besi, kendaraan tersebut berputar arah dengan melawan arah di Jalan Gunung Sahari arah selatan hingga berhenti di dekat Halte Busway Golden Truly oleh amukan massa pengguna jalan dan pengendara," ungkapnya.Pengemudi mobil yang melawan arah dan menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Gunung Sahari, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus) berhasil diamankan usai dikejar oleh massa dan polisi yang berada di lokasi. Selain pengemudi mobil, kendaraannya juga diamankan polisi.Kok Makin Banyak Pengendara Mobil Lawan Arah?Kejadian pengendara mobil yang lawan arah ini bukan sekali-dua kali. Sudah beberapa kali ada kejadian mobil yang lawan arah. Motor yang lawan arah saja bahaya, apalagi mobil yang punya dimensi lebih besar.Praktisi keselamatan berkendara yang juga anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, kemungkinan pengendara Calya itu melawan arah untuk menghindari sesuatu."Kalau dari kejadian itu lawan arah yang dimaksud sepertinya karena berusaha lolos dari sesuatu, melihat depannya macet karena APILL (lampu merah) dan melihat ada ruang untuk manuver dan berbalik arah ya itu yang menjadi keputusan pengemudi, ada ruang dan waktu, untuk menghindar dari sesuatu. Bisa jadi (menghindari) kejaran polisi," kata Reza kepada detikOto, Kamis (26/2/2026).Menurut Reza, perilaku lawan arah sekarang makin banyak karena faktor 'masa bodoh' dari pengendara. Sayangnya, hal itu berdampak negatif dan bisa membahayakan pengguna jalan."Perilaku lawan arah sekarang makin banyak karena memang faktor sosiologi dan mobilitas sosial kita sedang pada fase bagaimana urusan saya, selesai. Ada resistensi pada pelaku terhadap apa pun atau siapa pun, gimana nanti dan bodo amat. Pengulangan bisa terjadi karena memang tidak ada kesulitan apa pun. Bahkan kemudahan yang diterima oleh pelaku untuk lebih cepat melakukan mobilitas," beber Reza.Reza bilang, mobil-mobil yang kerap dipakai pelawan arah memiliki radius putar dan dimensi yang efektif untuk memudahkan putar balik dan lawan arah. Ketika mudah untuk manuver, dan ada ruang untuk bergerak, maka mereka langsung berputar dan melawan arah tanpa memikirkan konsekuensinya."Kemampuan individu berkembang sendiri sesuai dengan jam terbang di jalan. Bisa dibilang mereka makin 'terampil' dan paling tahu risiko yang mungkin akan terjadi. Pola berpikir ini yang sayangnya untuk hal yang negatif," sebut Reza.