Bertambahnya jumlah merek otomotif yang hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menghadirkan pengalaman baru bagi para pengunjung. Pilihan kendaraan memang semakin beragam, tetapi di sisi lain membuat sebagian orang harus lebih jeli sebelum menentukan pilihan. Riyan, salah satu pengunjung GIIAS, mengaku perkembangan industri otomotif dalam beberapa tahun terakhir terasa sangat cepat, terutama dengan masuknya banyak merek asal China. "Lumayan bingung karena dulu kita cuma kenal merek Eropa sama Jepang. Sekarang merek China makin banyak, jadi sudah enggak hafal lagi," kata Riyan kepada Kompas. com di ICE BSD City, Tangerang, Minggu (2/8/2026). Meski demikian, ia menilai kehadiran merek-merek baru justru membuat persaingan semakin menarik. Menurut dia, mobil asal China kini menawarkan kombinasi harga dan fitur yang sulit diabaikan. "Beberapa tahun ini cukup menarik karena harga dan fiturnya. Jadi kalau ditanya tertarik, bisa jadi iya," ujarnya. Pilihan Makin Banyak Pendapat serupa disampaikan Satrio Suryono (41). Ia mengaku tidak merasa kebingungan dengan banyaknya merek baru, justru menikmati semakin banyaknya pilihan yang tersedia. "Bingung sih enggak. Senang saja karena makin banyak pilihan. Persaingannya jadi lebih bagus," kata Satrio. Menurut dia, mobil China kini layak dipertimbangkan karena menawarkan spesifikasi yang kompetitif. Bahkan, saat mengunjungi GIIAS tahun ini, Satrio memutuskan membeli mobil listrik asal China, Aira EV. Sementara itu, Ken mengaku masih perlu waktu untuk mengenal merek-merek baru yang bermunculan. "Lumayan bingung karena banyak banget. Ada beberapa yang baru dengar juga," ujarnya. Meski begitu, ia menilai produk asal China kini semakin kompetitif, terutama dari sisi harga dan kelengkapan fitur. "Kalau soal harga dan fitur memang menarik. Tapi kalau soal nama merek, menurut saya merek lama masih lebih kuat," kata Ken. Pengunjung GIIAS 2026 Konsumen Jadi Lebih Diuntungkan Bagi Chandra, bertambahnya pemain di industri otomotif justru menguntungkan konsumen. "Bagus karena kompetisinya semakin sehat. Harga jadi lebih terjangkau, pilihan juga lebih banyak. Memang ada beberapa merek baru yang bikin bingung, tapi itu hal yang wajar," ujarnya. Ia mengaku saat ini masih menggunakan mobil Jepang karena sudah terbukti keandalannya. Namun, bukan tidak mungkin pada masa mendatang beralih ke mobil China. Hal senada disampaikan Yenni. Menurut dia, banyaknya pilihan membuat konsumen memiliki lebih banyak alternatif, meski proses memilih kendaraan menjadi lebih sulit. "Bingung, tapi bagus juga karena semakin kompetitif. Jadi memang ada plus-minusnya," kata Yenni. Sementara itu, Dea (26) mengaku banyaknya merek justru membuatnya semakin tertarik mengunjungi pameran. "Bikin pusing sebenarnya. Saya suka lihat mobil yang desainnya lucu-lucu, apalagi ada yang kolaborasi seperti Toy Story. Menarik," ujarnya. dhea Pengunjung GIIAS Meski mengakui desain mobil China kini semakin menarik, Dea mengatakan dirinya masih lebih percaya menggunakan mobil Jepang yang dinilai telah terbukti kualitasnya. Berbeda dengan pengunjung lain, Ari (44) menilai banyaknya merek baru bukan sesuatu yang membingungkan. "Sebenarnya enggak bingung. Kalau mobil listrik memang China lebih menguasai. Kalau mesin bensin atau diesel, Jepang dan Eropa masih lebih dipercaya," katanya. Menurut Ari, konsumen justru menjadi pihak yang paling diuntungkan karena memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran. "Pilihan jadi banyak, tinggal sesuaikan saja dengan budget," ujarnya. Ia pun mengaku tertarik dengan mobil China dan saat ini menggunakan GWM Tank 300 Diesel karena menyukai desain boxy serta karakter mesinnya yang dinilai halus.