Ilustrasi mobil listrik Mobil listrik semakin sering terlihat di jalanan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Di balik pertumbuhan populasi kendaraan tanpa emisi tersebut, tren pembiayaan atau kredit kendaraan listrik ternyata juga mengalami peningkatan yang signifikan. Perubahan itu tercermin dari kinerja perusahaan pembiayaan yang mulai mencatat lonjakan permintaan kredit untuk kendaraan listrik. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik tidak lagi hanya diminati oleh kalangan tertentu, tetapi mulai masuk ke pasar yang lebih luas. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik yang dibukukan PT Mandiri Utama Finance (MUF) sepanjang 2025. Perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor tersebut mencatat kenaikan pembiayaan EV hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin percaya diri untuk beralih ke kendaraan elektrifikasi. Selain faktor lingkungan, pertimbangan ekonomi juga mulai memainkan peran penting dalam keputusan pembelian kendaraan.Direktur PT Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian Sukoco Sinaga, menilai tren tersebut mencerminkan adanya perubahan pola pikir konsumen dalam memilih kendaraan. Menurutnya, mobilitas yang lebih berkelanjutan kini mulai menjadi pertimbangan utama sebagian masyarakat.“Pertumbuhan kendaraan listrik mencerminkan pergeseran preferensi konsumen ke arah mobilitas yang lebih ramah lingkungan, yang turut didukung oleh semakin berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Rabu 3 Juni 2026.Meningkatnya minat terhadap mobil listrik tidak terjadi begitu saja. Dalam beberapa tahun terakhir, pilihan model yang tersedia di pasar semakin beragam, mulai dari segmen perkotaan hingga kendaraan keluarga dengan harga yang lebih kompetitif.Selain itu, biaya operasional yang relatif lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengguna dapat menekan pengeluaran harian karena biaya pengisian daya umumnya lebih murah dibandingkan konsumsi bahan bakar konvensional.Dukungan pemerintah juga ikut mempercepat adopsi kendaraan listrik. Berbagai insentif yang diberikan membuat harga jual sejumlah model menjadi lebih kompetitif sehingga semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.Menariknya, pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik terjadi ketika industri otomotif nasional masih menghadapi tantangan daya beli yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian konsumen tetap melihat kendaraan listrik sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan efisiensi penggunaan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di sisi lain, perusahaan pembiayaan juga mulai semakin percaya diri menyalurkan kredit untuk kendaraan listrik. Hal itu terlihat dari kualitas pembiayaan yang tetap terjaga dengan baik, termasuk pada segmen EV yang terus berkembang.Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan listrik perlahan mulai menjadi bagian dari pasar otomotif arus utama di Indonesia. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin kredit mobil listrik akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri otomotif dalam beberapa tahun ke depan.