Banyak calon pembeli mobil mengira pengajuan kredit hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan. Padahal, perusahaan pembiayaan memiliki sejumlah kriteria untuk menilai kelayakan konsumen sebelum menyetujui pinjaman. Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Strategy Astra Credit Companies (ACC), Riadi Prasodjo, mengatakan, proses analisis kredit di ACC mengacu pada prinsip 5C, yakni Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition. Prinsip tersebut tetap digunakan dalam berbagai kondisi ekonomi sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian. Daihatsu Sigra menjadi primadone untuk kelas mobil LCGC yang menawarkan berbagai kelebihan dan harganya yang terjangkau didukung dengan layanan One Stop Financial Solution dari Astra Financial yang memberikan keragaman keuntungan. "Jadi memang mau kondisi ekonominya bagaimana pun, pedomannya tetap harus ke situ. Karena kan kita harus tetap jaga sesuai regulasi, prinsip kehati-hatian tetap harus di situ," ujar Riadi, kepada Kompas.com (29/7/2026). Menurut dia, selama calon debitur memenuhi standar underwriting dan kategori yang telah ditetapkan perusahaan, pengajuan kredit tetap dapat diproses. Ilustrasi kredit kendaraan, kredit mobil. Riwayat Pembayaran Jadi Penilaian Riadi menjelaskan, aspek pertama yang dinilai adalah Character atau karakter calon debitur. Penilaian ini umumnya dilihat dari riwayat pembayaran kredit sebelumnya. "Kalau di kita biasanya yang paling kelihatan itu dari histori pembayaran. Kalau histori pembayarannya bagus, ya kita menganggap itu sebagai salah satu indikator karakternya," kata dia. Untuk memastikannya, ACC juga melakukan pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang sebelumnya dikenal sebagai BI Checking. Astra Financial di GIIAS 2025 Dari sistem tersebut, perusahaan dapat melihat riwayat pinjaman, termasuk apakah calon debitur pernah mengalami tunggakan pada pembiayaan sebelumnya. Selain karakter, perusahaan juga menilai Capacity dan Capital, yakni kemampuan membayar cicilan serta kondisi keuangan calon debitur. Secara singkat, Capacity merujuk pada kemampuan finansial atau pendapatan untuk melunasi cicilan pinjaman. Adapun Capital adalah besarnya aset atau modal pribadi yang dimiliki, terutama untuk pengajuan kredit usaha. Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil. Jaminan dan Kondisi Ekonomi Ikut Dipertimbangkan Penilaian berikutnya adalah Collateral, yaitu objek yang dibiayai. Riadi mengatakan, perusahaan juga memperhatikan usia kendaraan, terutama untuk mobil bekas, karena berkaitan dengan tingkat risiko pembiayaan. "Kalau mobil bekas, ada batasnya juga. Kami enggak mungkin biayain mobil yang sudah usianya 20 tahun kan. Secara tingkat risiko pasti akan lebih tinggi," ujarnya. Sementara itu, faktor terakhir adalah Condition, yakni kondisi eksternal seperti salah satunya situasi ekonomi. Suasana pameran otomotif GIIAS 2026 "Sebenarnya itu salah satu faktor, tapi tidak jadi penentu," kata dia. Menurut Riadi, ACC masih melihat prospek pembiayaan otomotif tetap positif pada tahun ini. Ia optimistis permintaan kredit mobil masih memiliki peluang tumbuh, seiring harapan meningkatnya penjualan kendaraan di pasar nasional.