Praktik manipulasi odometer pada mobil bekas masih menjadi kekhawatiran bagi calon pembeli. Namun di lapangan, membuktikan bahwa angka kilometer telah diubah ternyata bukan perkara mudah, bahkan bagi jasa inspeksi profesional sekalipun. Menurut Jeffrey Andika, pemilik jasa inspeksi Otospector, dugaan manipulasi odometer tidak bisa disimpulkan hanya dari tampilan fisik kendaraan. “Kalau misalnya kita sampai bilang manipulasi odometer, itu harus kuat dasarnya. Itu sangat-sangat sulit, karena itu kan lebih ke indikasi,” kata Jeffrey di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Ia menjelaskan, kondisi seperti setir haus atau pedal yang terlihat sudah termakan usia tidak cukup kuat untuk menjadi bukti utama. Indikasi tersebut hanya menjadi petunjuk awal yang perlu diverifikasi lebih lanjut. “Kalau cuma bilang setirnya botak, pedalnya haus, itu kurang kuat,” ujarnya. Odometer rendah pada mobil bekas tak menjamin kualitas. Sebagai gantinya, tim inspektor akan mengumpulkan berbagai indikasi di lapangan, lalu mencocokkannya dengan data riwayat servis kendaraan, terutama dari bengkel resmi. “Inspektor cek indikasi, lalu masuk ke sistem, dan tim kantor akan cek record ke bengkel resmi. Kalau memang ada record-nya, baru kita tulis di catatan,” kata Jeffrey. Meski demikian, Otospector tidak secara langsung menyatakan bahwa odometer telah dimanipulasi. Laporan yang diberikan lebih menekankan pada penyajian data agar konsumen dapat menarik kesimpulan sendiri. “Kita tidak bilang odometer dimanipulasi, kita hanya tampilkan data dan biarkan konsumen menyimpulkan,” ujarnya. Ia menambahkan, ketidaksesuaian antara angka odometer dengan riwayat servis bisa menjadi sinyal kuat adanya kejanggalan. Misalnya, ketika catatan servis menunjukkan jarak tempuh tertentu, namun angka yang tertera di mobil justru lebih rendah. “Misalnya kilometernya 47 ribu, tapi ada catatan servis sebelumnya tidak sesuai, itu sudah cukup jadi indikasi,” kata Jeffrey. Di sisi lain, penggunaan alat pemindai seperti OBD (On-Board Diagnostics) juga belum tentu bisa mengungkap angka kilometer asli pada semua mobil. Menurut Jeffrey, fitur tersebut umumnya hanya tersedia pada model tertentu. “Scan OBD itu tidak semua mobil bisa, biasanya lebih ke mobil Eropa,” ujarnya. Karena itu, pendekatan berbasis indikasi fisik yang dikombinasikan dengan data historis dinilai masih menjadi metode paling realistis saat ini untuk membaca potensi manipulasi odometer pada mobil bekas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang