Mobil bekas bertransmisi otomatis semakin diminati karena menawarkan kenyamanan saat digunakan sehari-hari, terutama di kota-kota besar yang identik dengan kemacetan. Namun di balik kemudahan tersebut, calon pembeli perlu lebih teliti sebelum memutuskan membawa pulang mobil matik bekas. Pasalnya, kondisi transmisi otomatis tidak selalu bisa dinilai dari tampilan luar kendaraan. Bahkan, odometer dengan angka yang terlihat rendah pun belum tentu menjadi jaminan bahwa komponen transmisi masih dalam kondisi prima. Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025 Budi Novianto, pemilik bengkel spesialis transmisi Cakrawala Matic Solutions di Cibinong, mengatakan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan calon pembeli adalah menelusuri riwayat perawatan kendaraan. “Sebaiknya beli dari orang yang kita kenal, atau dari pemilik yang bisa dipercaya dan rajin merawat mobilnya,” ujar Budi, kepada Kompas.com (31/5/2026). Jangan Langsung Percaya Odometer Menurut Budi, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pembeli mobil bekas adalah terlalu fokus pada angka odometer. Padahal, praktik manipulasi jarak tempuh masih cukup sering ditemukan di pasar mobil bekas. “Sekarang memundurkan odometer itu sangat mudah. Banyak kasus mobil dijual dengan odometer 100.000 km, padahal aslinya sudah lebih dari 200.000 km,” katanya. Perhatikan odometer saat beli mobil bekas. Ia menjelaskan, beberapa kendaraan yang masuk ke bengkelnya bahkan sudah mengalami masalah pada transmisi meski angka odometer terlihat masih rendah. Karena itu, pembeli tidak boleh hanya mengandalkan informasi yang tampil di panel instrumen. Sebagai langkah tambahan, calon pembeli bisa memperhatikan kondisi fisik kendaraan. Misal dari setir yang sudah licin, atau pedal gas dan rem yang aus. Hingga jok yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemakaian berat dapat menjadi petunjuk, bahwa mobil sebenarnya telah menempuh jarak yang cukup tinggi. Satu hal menarik dari Aion Y Plus adalah visibilitas yang luas buat pengemudi. Serta ruang kabin yang luas buat penumpang di baris kedua. Wajib Test Drive dan Lakukan Pengecekan dengan Alat Selain memeriksa kondisi fisik, test drive menjadi tahapan yang tidak boleh dilewatkan saat membeli mobil matik bekas. Melalui uji jalan singkat, calon pembeli dapat merasakan langsung performa transmisi dan mengetahui apakah terdapat gejala kerusakan. “Rasakan saja tarikan dan perpindahan giginya. Kalau terasa halus dan tidak ada entakan kasar, berarti kondisinya masih bagus,” ujar Budi. Transmisi mobil transmisi matik Meski demikian, pemeriksaan secara subjektif saat test drive saja belum cukup. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, Budi menyarankan pembeli menggunakan jasa inspektor independen atau membawa mobil ke bengkel yang memiliki alat scanner. “Dengan scanner, kita bisa memeriksa ECU dan TCM untuk melihat apakah ada DTC (Diagnostic Trouble Code) atau error tersembunyi. Kadang indikator check engine tidak menyala, tapi sebenarnya ada masalah yang hanya bisa dibaca lewat alat scanner,” kata Budi. Menurutnya, biaya pemeriksaan tambahan jauh lebih murah dibanding risiko harus mengeluarkan dana besar untuk memperbaiki transmisi otomatis setelah kendaraan dibeli. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang