Membeli mobil bekas memerlukan ketelitian yang tinggi, terutama dalam mendeteksi apakah unit yang diincar pernah terendam banjir atau tidak. Pasalnya, mobil eks-banjir sering kali disamarkan dengan kosmetik luar yang tampak mulus dan bersih. Jika sampai salah pilih, konsumen harus bersiap menghadapi ancaman kerusakan komponen elektrikal yang harganya menguras kantong. Alvian Akmal, pemilik diler dan bengkel spesialis Beli Mobil Rusak (BMR) di Pondok Gede, membagikan panduan bagi calon pembeli untuk mendeteksi mobil bekas banjir lewat tanda-tanda yang tersembunyi. Mobil bekas banjir. Periksa Titik Karat Menurut Alvian, cara paling valid untuk mengidentifikasi mobil yang pernah terendam air adalah dengan memeriksa area kolong kabin yang paling dalam dan jarang tersentuh pembersihan harian. "Kalau umum, di bawah-bawah jok atau di bawah persneling mobil ada bekas karat, itu bisa dibilang 90 persen (bekas banjir). Maksudnya kalau memang karatnya sudah parah itu bisa dibilang 100 persen banjir lah," ujar Alvian kepada Kompas.com, belum lama ini. Karat atau tanda oksidasi di area besi penyangga jok dan mekanisme tuas transmisi menjadi indikator kuat bahwa air pernah menggenang di dalam kabin dalam waktu yang cukup lama. Bau Apak Selain melakukan pengecekan visual pada komponen besi, indra penciuman juga memegang peran penting saat memeriksa interior mobil. Bau apak yang khas dan tidak kunjung hilang merupakan indikasi kuat sisa banjir. Alvian menjelaskan, bau tersebut bersumber dari karpet dasar mobil yang memiliki lapisan tebal. Jika pengerjaan pembersihan pasca-banjir dilakukan secara asal-asalan tanpa membongkar total interior, bakteri akan mengendap di sana. "Karpet yang paling dasar itu dia yang menyimpan bau banjir paling kuat. Lapisannya itu kan tebal, kalau memang misalnya masih ada bau apek, mau kita diamkan setahun, dua tahun, tiga tahun, tetap baunya ini enggak hilang," kata dia. Korsleting Kelistrikan Alvian mengingatkan konsumen untuk tidak langsung tergiur dengan mobil bekas banjir yang saat dites dalam kondisi hidup dan normal. Sektor kelistrikan mobil modern sangat sensitif terhadap air dan efek kerusakannya sering kali bersifat laten atau tersembunyi. Beberapa komponen krusial seperti Engine Control Unit (ECU), Body Control Module (BCM), hingga Transmission Control Module (TCM) rawan mengalami malfungsi jika tidak diganti secara total setelah terendam. "Ada beberapa part seperti ECU, BCM, dan lain-lain, kalau enggak diganti, itu ada kemungkinan buat bermasalah di kemudian hari. Contoh kita beli hari ini normal, mungkin di bulan kedua, ketiga, atau keempat, ternyata nge-short (korsleting) lalu mati," kata Alvian.