Tak sedikit konsumen kini menggunakan jasa inspektor kendaraan sebelum memutuskan transaksi membeli mobil bekas. Langkah ini dilakukan guna meminimalkan risiko tersembunyi, seperti mobil yang pernah terendam banjir. Lantas, apakah ada alat khusus yang digunakan untuk mendeteksi mobil bekas banjir? Pemilik jasa inspeksi kendaraan PT Inspector Indonesia Expert, Lukman Hakim, mengatakan bahwa pemeriksaan tidak hanya mengandalkan pengamatan visual semata, tetapi juga menggunakan alat bantu. Ilustrasi mesin mobil yang terendam banjir( “Ada, kami menggunakan alat scan. Fungsinya untuk membaca adanya error pada sistem sensor dan kelistrikan mobil," ujar Hakim kepada Kompas.com, belum lama ini. "Pada kasus mobil terendam banjir, biasanya cukup banyak malfungsi yang bisa terdeteksi melalui alat tersebut," ujarnya. Menurut Hakim, penilaian mobil bekas banjir tidak bisa hanya berdasarkan satu atau dua faktor saja. Sebab, ada banyak parameter yang harus terpenuhi untuk menyimpulkan sebuah mobil pernah terendam banjir. "Karena itu, sering terjadi perdebatan soal penilaian mobil bekas banjir jika yang dilihat hanya satu atau dua temuan, tanpa pemeriksaan menyeluruh menggunakan alat dan tanpa didukung pengalaman yang memadai.” Mobil bekas banjir bisa disamarkan dengan cat interior. Lebih lanjut, Hakim menjelaskan bahwa alat pemindai atau scanner memang menjadi salah satu senjata utama inspektor. Perangkat ini dapat membaca data pada komputer mobil, termasuk riwayat kesalahan (error) pada sistem elektronik dan sensor. Pada mobil yang pernah terendam banjir, umumnya akan ditemukan gangguan pada sistem kelistrikan. Mulai dari sensor bermasalah, modul error, hingga komponen yang tidak bekerja normal. Meski demikian, penggunaan alat scan bukan satu-satunya metode. Pemeriksaan tetap diperlukan, mulai dari kondisi interior, ruang mesin, kolong kendaraan, hingga detail kecil seperti karat di titik tertentu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang