JAKARTA, Kompas.com – Membeli mobil bekas perlu ketelitian ekstra, apalagi jika ada dugaan kendaraan tersebut pernah terendam banjir. Salah satu bagian yang kerap luput dari perhatian adalah kabel-kabel di ruang mesin. Sebab jika pernah terendam air, risikonya bukan hanya karat, tetapi juga gangguan pada modul elektronik yang harganya tidak murah. Pemilik jasa inspeksi kendaraan PT Inspector Indonesia Expert, Lukman Hakim, mengatakan, tanda-tanda mobil bekas banjir biasanya masih bisa terlihat secara kasat mata, terutama di sela-sela kabel. Ilustrasi mobil bekas banjir. “Secara visual pasti masih menyisakan lumpur kering yang menempel di setiap sela-sela kabel," ujar Hakim kepada Kompas.com, pekan lalu. Hakim mengatakan, perkabelan mesti diperhatikan saksama sebab air yang masuk ke modul elektronik bisa memicu korosi dan gangguan sistem. Masalahnya, kata dia, kerusakan tidak selalu langsung terasa. Dalam beberapa kasus, gangguan baru muncul setelah mobil digunakan beberapa waktu. Cek kerusakan mobil dari suara mesin. "Adapun yang paling dikhawatirkan adalah air masuk ke dalam ECU dan modul elektrikal lainnya, seperti modul transmisi (TCM), modul SRS untuk airbag, ada juga BCM, dan lain-lain," ujarnya. "Komponen tersebut memang dari pabrikan dibuat serapat mungkin, tetapi seiring bertambahnya usia mobil, sealant buatan pabrik itu pasti bisa memiliki celah yang memungkinkan air masuk,” katanya. Cek Area Sulit Dibersihkan Selain kabel, ada titik krusial lain yang perlu diperiksa, yakni bagian depan ruang mesin, tepatnya di sekitar kondensor dan radiator. “Lumpur kering yang masih banyak menempel, terutama di sudut-sudut kondensor dan radiator, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang