— Musim hujan bukan hanya soal menyiapkan jas hujan dan sepatu tahan air. Lebih dari itu, kondisi jalan yang berubah drastis saat diguyur hujan menghadirkan berbagai bahaya tersembunyi yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari genangan yang menutupi lubang, pepohonan yang rawan tumbang, hingga potensi sambaran petir, semuanya bisa menjadi ancaman serius bagi pengendara motor bila tidak diantisipasi dengan benar. Menurut Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety & Motorsport, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pengendara wajib memahami bahwa bahaya terbesar saat hujan justru datang dari kondisi sekitar yang tidak terlihat. “Genangan air sering kali menipu. Kelihatannya dangkal, padahal bisa menutupi lubang besar yang berpotensi merusak motor atau membuat pengendara hilang keseimbangan,” ujar Victor kepada Kompas.com, Selasa (18/11/2025). Ia menjelaskan, genangan yang menutup lubang juga membuat pengendara sulit memperkirakan permukaan jalan. “Begitu roda depan masuk lubang, motor bisa oleng mendadak. Karena itu, lebih baik perlambat laju, ambil posisi aman, dan jangan memaksa menerjang genangan yang tidak bisa diprediksi,” kata Victor. Selain genangan, faktor pepohonan juga tak boleh diremehkan. Hujan deras yang dibarengi angin kencang dapat membuat dahan rapuh patah atau bahkan pohon tumbang. “Kalau melihat banyak pohon besar di pinggir jalan, sebaiknya jaga jarak. Jangan berhenti atau berteduh di bawah pohon karena risikonya jauh lebih besar saat kondisi cuaca ekstrem,” ucapnya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah memotong pohon tumbang di Jalan Ciater Raya, Serpong, Tangerang Selatan, menjadi bagian kecil. Hal lain yang kerap diabaikan adalah potensi sambaran petir. Pengendara motor berada di ruang terbuka dan memiliki bagian logam yang bisa menarik sambaran listrik. “Jika situasi cuaca sudah sangat buruk dengan kilat yang menyambar berulang, lebih baik segera mencari tempat aman, bukan sekadar berteduh asal-asalan,” tutur Victor. Ia menekankan bahwa pengendara perlu lebih sensitif terhadap tanda-tanda alam, seperti awan gelap atau hembusan angin yang tiba-tiba berubah kencang. Kondisi tersebut biasanya menandakan cuaca akan memburuk sehingga perlu pengurangan kecepatan dan peningkatan kewaspadaan. Victor juga mengingatkan pentingnya merencanakan perjalanan di musim hujan. Memahami prakiraan cuaca, mengenali titik-titik rawan genangan, serta menyiapkan jalur alternatif bisa membantu pengendara menghindari situasi berbahaya. “Kewaspadaan itu kuncinya. Hujan tidak selalu bisa dihindari, tetapi risikonya bisa dikurangi kalau pengendara tahu apa yang harus dilakukan,” kata Victor. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.