Membeli mobil bekas tidak cukup hanya melihat tampilan luar. Calon pembeli perlu jeli memeriksa bagian tersembunyi, termasuk area di balik kap mesin. Mobil yang pernah terendam banjir biasanya menyisakan jejak yang sulit dihilangkan, meski sudah dibersihkan secara menyeluruh. Pemilik jasa inspeksi kendaraan PT Inspector Indonesia Expert, Lukman Hakim mengatakan, ada cara sederhana yang bisa dilakukan orang awam untuk mendeteksi mobil bekas banjir. Mesin mobil Mazda CX-3 Kuro Salah satu titik krusial ada di bagian depan ruang mesin, tepatnya di sekitar kondensor dan radiator. “Lumpur kering yang masih banyak menempel, terutama di sudut-sudut kondensor dan radiator," ujar Hakim kepada Kompas.com, awal pekan ini. "Di situ posisinya sangat sulit dibersihkan. Kalaupun dibersihkan, tidak akan 100 persen hilang, pasti masih ada saja yang tersisa,” katanya. Menurut Lukman, area tersebut memiliki banyak celah sempit yang sulit dijangkau saat proses pencucian. Karena itu, sisa lumpur kering kerap masih tertinggal di sudut-sudutnya, meski sekilas terlihat bersih. Mobil kebanjiran yang masuk bengkel untuk dibersihkan. Cara mengeceknya cukup mudah. Buka kap mesin, lalu sorot bagian kisi-kisi radiator dan sela-sela kondensor dengan bantuan senter. Jika terlihat endapan lumpur mengering atau bekas air yang tidak wajar, patut dicurigai mobil pernah terendam. Interior Selain ruang mesin, ada dua area lain yang paling mudah diperiksa orang awam, yakni kolong dasbor dan kolong kursi. Lantai interior yang tergenang air dan lumpur. “Kolong dasbor dan kolong kursi, kalo karatnya tebal merata sampai ngeblok, terindikasi kuat bekas banjir dan ada sisa lumpur kering yang masih menyisa disudut sudut interior, label safety belt,” katanya. Kolong dasbor biasanya jarang dibersihkan secara detail oleh penjual. Jika terlihat karat tebal yang menyebar merata atau bahkan menggumpal, patut dicurigai mobil pernah terendam air cukup lama. Begitu juga dengan kolong kursi. Perhatikan rel kursi, baut pengikat, serta sudut-sudut karpet. Sisa lumpur kering sering kali masih tertinggal di area tersembunyi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang