— Belum lama ini BYD membuat gebrakan dengan memperkenalkan Racco, mobil mungil atau K-Car pertamanya di ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025. Kehadiran Racco menjadi tanda serius produsen otomotif asal China tersebut untuk menantang dominasi merek Jepang, di marketnya sendiri di segmen mobil kecil. Langkah ini menarik perhatian pelaku industri otomotif Jepang, termasuk Presiden Suzuki Motor, Toshihiro Suzuki, yang menyebut langkah BYD merupakan dimulainya persaingan baru. BYD Racco debut di Tokyo Motor Show 2025 “Ada banyak standar mobil kecil di dunia, dan BYD memilih standar K-Car Jepang. Saya senang dengan hal itu,” ujar Suzuki dikutip dari Carnewschina, Selasa (4/10/2025). “Tapi ini juga menandai dimulainya persaingan baru. Saya berharap kedua pihak bisa saling belajar dan maju bersama,” katanya. Suzuki tak menampik bahwa produsen asal China itu menjadi lawan yang patut diwaspadai, terutama karena konsumen Jepang makin terbuka terhadap produk China. Menanggapi komentar tersebut, Liu Xueliang, General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales, menegaskan bahwa BYD tidak datang untuk berkompetisi langsung dengan merek Jepang. Suzuki Twin merupakan kei car hybrid pertama Suzuki yang dipasarkan sejak 2003 di Jepang. “Kami tidak datang untuk bersaing dengan produsen mobil Jepang,” kata Liu kepada media China. “Tujuan kami adalah memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen Jepang agar mereka bebas menentukan mobil atau merek yang mereka sukai,” katanya. BYD sejatinya sudah beroperasi di Jepang selama dua dekade, namun baru resmi masuk ke pasar mobil penumpang pada Juli 2022. Sejak saat itu, BYD meluncurkan beberapa model mobil listrik murni, seperti Atto 3, Dolphin, Seal, dan Sealion 7. Salah satu mobil konsep andalan, Suzuki eWX, calon Kei Car berteknologi BEV di Japan Mobility Show 2023. Per Oktober 2025, total penjualan mobil penumpang BYD di Jepang telah mencapai 7.123 unit. Capaian tahun ini sudah melampaui total penjualan sepanjang 2024 hanya dalam sembilan bulan pertama. “Tren pertumbuhan masih positif,” ujarnya. “Namun, kami tidak ingin berkembang terlalu cepat. Pertumbuhan yang bertahap justru baik untuk membangun fondasi kami. Selama proses ini, kami terus menemukan masalah dan memperbaikinya,” katanya. Kolaborasi kei car listrik Toyota, Suzuki dan Daihatsu Pasar K-Car Segmen K-Car—mobil kecil dengan mesin di bawah 660 cc menjadi tulang punggung pasar otomotif Jepang. Kategori ini mencakup sekitar 40 persen dari total penjualan mobil di Jepang, dengan nilai pasar mencapai 18 miliar dolar AS per tahun. Saat ini, Honda N-Box masih menjadi mobil K-Car terlaris di Jepang, disusul Suzuki Spacia, Daihatsu Move, Daihatsu Tanto, dan Suzuki Hustler. Kehadiran BYD Racco dengan harga sekitar 17.000 dolar AS atau setara Rp 270 jutaan bisa menjadi penantang baru di segmen yang selama ini didominasi pabrikan lokal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.