Sistem penerangan kendaraan tidak hanya berfungsi sebagai penunjang visibilitas, tetapi juga menjadi sarana komunikasi antar pengguna jalan. Pemahaman terhadap fungsi lampu utama, indikator, dan lampu sinyal menjadi penting, terutama saat perjalanan jauh yang kerap melintasi jalur dengan minim penerangan. "Butuh pemahaman terhadap fungsi masing-masing lampu, karena kerap diabaikan oleh pengemudi," kata Mohan Kurniawan, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cabang Surabaya, dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026). Lampu Peugeot Sebagai contoh, kata Mohan, head lamp atau lampu utama di bagian depan kendaraan berperan untuk menerangi jalan, terutama saat kondisi minim cahaya seperti malam hari atau cuaca buruk. Lampu ini terdiri dari low beam yang digunakan dalam kondisi lalu lintas normal, serta high beam untuk membantu visibilitas di jalan gelap tanpa kendaraan dari arah berlawanan. Sementara itu, indikator seperti lampu sein berfungsi sebagai penanda arah kendaraan. Oleh karena itu, penggunaan lampu sein yang tepat saat berbelok kiri atau kanan, berpindah jalur, maupun menyalip, menjadi bentuk komunikasi visual yang penting bagi pengguna jalan lain. SUV Peugeot "Pemilik kendaraan yang salah kaprah dalam memodifikasi masing-masing lampu, seperti mengganti lampu sein atau lampu rem dengan bohlam berwarna putih cerah," katanya. "Cara tersebut tidak hanya membahayakan pengemudi lain karena membingungkan juga tampak silau jika dilihat,” ucap Mohan. Selain head lamp dan indikator, lampu sinyal yang mencakup seluruh sistem lampu juga berfungsi sebagai alat komunikasi pada kendaraan. Signaling meliputi lampu rem sebagai tanda kendaraan melambat atau berhenti, lampu hazard untuk kondisi darurat, serta lampu mundur yang menandakan kendaraan akan bergerak ke arah belakang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang