Mengemudi saat hujan lebat sering dianggap hanya soal menjaga kecepatan dan jarak aman. Namun, ada satu hal mendasar yang kerap diabaikan, yakni penggunaan lampu utama. Terlebih, dalam beberapa waktu terakhir hujan lebat kerap mengguyur wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah lain, sehingga kondisi visibilitas di jalan semakin menantang. Tidak sedikit pengendara yang tetap melaju tanpa menyalakan lampu, meski jarak pandang sudah menurun drastis akibat guyuran air dan kondisi langit yang gelap. Menurut Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Centre, menyalakan lampu utama saat hujan bukan hanya membantu pengemudi melihat jalan, tetapi juga membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. “Lampu utama itu fungsinya bukan cuma untuk melihat, tapi supaya kendaraan kita terlihat. Saat hujan lebat, visibilitas turun dan warna mobil bisa ‘hilang’ di balik kabut air,” kata Marcell kepada Kompas.com, Rabu (15/4/2026). Ilustrasi mengemudi saat hujan, menggunakan Honda Brio RS facelift Ia menjelaskan, kondisi hujan lebat membuat kontras visual di jalan menurun signifikan. Air yang jatuh, cipratan dari kendaraan lain, hingga genangan di permukaan aspal dapat menciptakan efek seperti tirai yang mengaburkan pandangan. Dalam situasi seperti ini, lampu utama berperan penting untuk meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama bagi pengendara dari arah berlawanan atau yang berada di belakang. Tanpa lampu, kendaraan bisa terlambat terdeteksi, sehingga meningkatkan risiko tabrakan. Marcell juga mengingatkan bahwa masih banyak pengemudi yang keliru dengan menyalakan lampu hazard saat hujan lebat. Padahal, penggunaan lampu hazard justru bisa membingungkan pengendara lain karena menghilangkan fungsi lampu sein sebagai penunjuk arah. Selain itu, beberapa mobil modern memang sudah dilengkapi fitur lampu otomatis. Namun, pengemudi tetap tidak boleh sepenuhnya bergantung pada sistem tersebut, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem yang berubah cepat. “Kalau hujan deras, jangan tunggu gelap total atau lampu otomatis aktif. Biasakan langsung nyalakan lampu utama demi keselamatan,” ujar Marcell. Dengan kebiasaan sederhana ini, risiko kecelakaan akibat keterbatasan jarak pandang saat hujan bisa ditekan. Pengemudi pun diingatkan untuk selalu mengutamakan visibilitas, bukan hanya kenyamanan saat berada di balik kemudi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang