JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih mengancam sejumlah wilayah Indonesia, Jumat (26/12/2025). Kondisi cuaca ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang cukup aktif, termasuk keberadaan siklon tropis di Samudra Hindia serta pola konvergensi angin yang meluas. Situasi tersebut membuat risiko berkendara di jalan raya meningkat, terutama bagi pengendara sepeda motor. Hujan tidak hanya menurunkan jarak pandang, tetapi juga memunculkan potensi bahaya lain seperti genangan air, jalan licin, hingga benda-benda yang terbawa angin kencang. Menurut Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety dan Motorsport dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), kondisi hujan menuntut konsentrasi pengendara yang jauh lebih tinggi dibanding cuaca normal. Pengendara perlu lebih peka membaca situasi sekitar dan tidak memaksakan diri ketika kondisi fisik maupun mental sudah menurun. Prakiraan cuaca Jabodetabek September 2025 - Sejumlah pengendara motor berkendara saat hujan di Jalan Pos, Pasar Baru, Jakarta Pusat. “Berkendara saat hujan itu bukan cuma soal keterampilan, tapi juga kesiapan mental. Konsentrasi cepat terkuras karena banyak faktor yang harus diperhatikan sekaligus,” ujar Victor kepada Kompas.com, Kamis (25/12/2025). Victor menjelaskan, genangan air yang menutup lubang jalan sering kali menjadi penyebab kecelakaan karena sulit terdeteksi. Selain itu, hujan lebat yang disertai angin kencang juga berpotensi menjatuhkan dahan pohon atau material lain ke badan jalan secara tiba-tiba. Karena itu, ia menyarankan pengendara untuk menurunkan kecepatan dan menghindari sikap terburu-buru. Jika hujan semakin deras dan konsentrasi mulai menurun, menepi di tempat aman dinilai lebih bijak dibanding memaksakan perjalanan. “Kalau sudah merasa lelah, pandangan mulai terganggu, atau cuaca makin ekstrem, sebaiknya berhenti dulu. Jangan memaksakan diri karena risikonya jauh lebih besar,” kata Victor. Ia juga mengingatkan agar pengendara selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum berangkat serta menghindari rute-rute yang rawan banjir atau banyak pepohonan besar. Menurutnya, kesadaran terhadap potensi bahaya merupakan kunci utama agar tetap aman berkendara di tengah cuaca ekstrem. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang