Transportasi darat masih menjadi salah satu sektor yang banyak dikeluhkan masyarakat saat mudik Lebaran 2025. Kondisi ini menunjukkan perlunya perbaikan serius menjelang mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan berlangsung pada Maret mendatang. Salah satu moda transportasi darat yang mendapat sorotan ialah bus. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat sejumlah pengaduan dari masyarakat terkait layanan bus selama periode mudik. Suasana Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat di masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Senin (22/12/2025) Ketua Pengurus Harian YLKI, Niti Emiliana, mengatakan keluhan yang paling sering diterima terkait bus adalah kehilangan barang milik penumpang. “Kalau terkait bus, sebenarnya keluhan yang paling banyak itu soal kehilangan barang. Konsumen merasa dirugikan karena barangnya hilang, tetapi dari pihak PO bus tidak ada kepastian terkait ganti rugi atau bentuk tanggung jawab," kata Niti kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Menurut Niti, pengaduan ke YLKI soal kehilangan di PO bus tidak terlalu banyak. Namun, bisa jadi di lapangan jumlah kejadiannya lebih besar. Sebab biasanya konsumen baru memperjuangkan pengaduan jika nilai kerugiannya besar. Kalau kerugiannya kecil, sebagian besar memilih mengikhlaskan, sehingga tidak melapor. Ilustrasi bus AKAP di terminal bus terpadu Pulogebang "Jadi, kejadian kehilangan di lapangan bisa saja lebih banyak, hanya saja tidak semuanya masuk ke pengaduan karena tidak dilaporkan," kata Niti. "Perlu juga dipahami, data yang masuk ke YLKI itu sebagian besar berasal dari konsumen yang sebelumnya sudah mengadu langsung ke pelaku usaha. Karena tidak mendapatkan kejelasan atau penyelesaian yang komprehensif, barulah mereka melapor ke YLKI," ujarnya. Niti menyampaikan, pengaduan ke YLKI sebaiknya dilakukan apabila konsumen telah menemui jalan buntu. Ia mengimbau agar korban terlebih dahulu menyampaikan keluhan langsung kepada PO bus, dan baru melapor ke YLKI jika tidak mendapatkan tanggapan atau penyelesaian yang jelas. Kru sebuah bus AKAP menaikkan barang bawaan penumpang ke ruang bagasi di Terminal Bus Patria, Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (24/3/2025) "Idealnya, konsumen memang terlebih dahulu menyampaikan pengaduan kepada pelaku usaha agar komunikasi bisa berjalan dua arah," ujar Niti. "YLKI sendiri merupakan pihak ketiga, sehingga mekanismenya berbeda. Jika dari pelaku usaha tidak ada penyelesaian yang jelas dan menyeluruh, barulah konsumen biasanya mengajukan pengaduan ke YLKI,” katanya. Meski demikian, secara keseluruhan transportasi darat bukan menjadi moda yang paling banyak dikeluhkan selama mudik Lebaran 2025. Berdasarkan data YLKI, posisi teratas masih ditempati oleh transportasi udara. “Kalau kita bagi menjadi komoditas transportasi udara, laut, dan juga darat, yang paling banyak diadukan itu adalah jasa penerbangan, yaitu 59 persen. Lalu yang kedua ada di darat, yaitu 34 persen, dan laut itu sekitar 7 persen,” jelas Niti. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang