Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada awal Mei 2026 mulai terasa dampaknya di pasar mobil bekas, khususnya pada segmen kendaraan bermesin diesel. Penyesuaian harga yang dilakukan PT Pertamina (Persero) per 4 Mei 2026 menunjukkan lonjakan signifikan pada BBM jenis solar nonsubsidi. Dexlite naik dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter, sementara Pertamina Dex melonjak dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter. Kondisi ini langsung memukul pasar mobil diesel bekas. Sejumlah pedagang mengaku harus menurunkan harga jual karena permintaan yang melemah seiring meningkatnya biaya operasional kendaraan. Agus, pemilik Focus Motor, mengatakan bahwa penurunan harga mobil diesel bekas cukup terasa dalam beberapa hari terakhir. “Harga mobil diesel turun 10 sampai 20 persen dari pasaran yang biasa,” ujar Agus kepada Kompas.com, Senin (4/5/2026). Menurut dia, kenaikan harga BBM jenis solar membuat calon pembeli berpikir ulang sebelum memutuskan membeli kendaraan diesel, yang selama ini dikenal irit untuk jarak jauh. “Permintaan jelas turun ya. Makanya diturunin sampai segitu,” kata Agus. Mobil diesel di pasar mobil bekas Hal serupa disampaikan Andi Supriadi, pemilik Jordy Mobil. Ia menyebut harga mobil diesel di tempatnya juga ikut terkoreksi mengikuti kondisi pasar. “Pastinya turun,” kata Andi. Ia menambahkan, penurunan harga bisa mencapai sekitar 10 persen, terutama untuk unit yang tidak memiliki kelengkapan dokumen tertentu. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mobil bekas sangat sensitif terhadap perubahan harga bahan bakar, terutama untuk segmen kendaraan yang bergantung pada jenis BBM tertentu. Kenaikan harga solar nonsubsidi membuat daya tarik mobil diesel ikut menurun, meskipun sebelumnya dikenal lebih efisien untuk penggunaan harian maupun komersial. Di sisi lain, stabilnya harga BBM seperti Pertalite dan Biosolar membuat segmen kendaraan berbahan bakar tersebut relatif tidak mengalami tekanan serupa. Namun, pelaku usaha menilai situasi ini masih bisa berubah tergantung kebijakan harga energi ke depan. Untuk saat ini, penurunan harga menjadi strategi utama pedagang agar stok tetap bergerak di tengah perlambatan permintaan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang