Lonjakan harga bahan bakar diesel non-subsidi yang sempat menembus level tinggi ternyata belum sepenuhnya mematikan minat konsumen terhadap mobil diesel bekas. Di balai lelang, kendaraan bermesin diesel masih memiliki pasar tersendiri, terutama untuk kebutuhan operasional dan usaha yang mengutamakan daya tahan serta efisiensi dalam penggunaan jangka panjang. Sebagai informasi, harga BBM diesel non-subsidi sempat mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Ilustrasi SPBU Pertamina. Dexlite. Harga Dexlite. Harga Dexlite terbaru. Harga Dexlite Juni 2026. Harga Dexlite Pertamina. Harga BBM Dexlite. Harga Dexlite 1 Juni 2026. Bahkan pada Mei 2026, harga Shell V-Power Diesel sempat melampaui Rp 30.000 per liter sebelum akhirnya kembali turun. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap prospek kendaraan diesel, baik baru maupun bekas, karena biaya operasional yang meningkat. Mobil Diesel Dicari Pelaku Usaha Johan Wijaya, Marketing & Sales Division JBA Indonesia, mengatakan bahwa penjualan kendaraan bekas berbahan bakar diesel masih mampu bertahan di tengah berbagai tantangan yang ada saat ini. Balai Lelang JBA Indonesia Segmen niaga diklaim masih membutuhkan karakteristik mesin diesel yang dikenal memiliki torsi besar dan cocok digunakan untuk aktivitas dengan intensitas tinggi. "Untuk penjualan kendaraan berbahan bakar diesel sendiri, kestabilan penjualannya masih dipertahankan oleh kendaraan operasional seperti SUV diesel, kendaraan niaga, dan pikap," ujar Johan, kepada Kompas.com, Selasa (2/6/2026). Ia menjelaskan, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kontribusi kendaraan diesel bekas terhadap total mobil yang terjual di balai lelang masih berada di kisaran 12 persen. Isuzu Indonesia memperkenalkan kendaraan niaga, Isuzu Traga dan All New Isuzu D-Max, dalam acara Isuzu Real Harvester Camp Permintaan Diprediksi Lebih Selektif Meski masih bertahan, Johan mengakui bahwa pasar mobil diesel bekas ke depan tidak akan mudah. Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat konsumen menjadi lebih berhitung sebelum memutuskan membeli kendaraan diesel, terutama untuk penggunaan pribadi. "Ke depan, penjualan kendaraan bekas berbahan bakar diesel diperkirakan masih menghadapi tantangan di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi dan kondisi pasar yang cenderung lebih selektif," kata Johan. Meski begitu, kendaraan diesel diperkirakan tetap memiliki ruang di pasar, terutama pada sektor-sektor yang membutuhkan kendaraan kerja. “Pada segmen tertentu, kendaraan berbahan bakar diesel diperkirakan masih digunakan untuk kebutuhan operasional dan usaha. Namun, permintaan pada segmen ini kemungkinan akan menyesuaikan mengikuti kondisi pasar,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang