— Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel terus bergerak naik. Kenaika ini tentu membuat pemilik mobil "peminum" solar. Di SPBU Pertamina, harga Dexlite kini menyentuh Rp 26.000 per liter dan Pertamina Dex berada di angka Rp 27.900 per liter. Kondisi di SPBU swasta bahkan lebih tinggi. Di gerai BP AKR dan Vivo, harga solar nonsubsidi telah menembus angka Rp 30.890 per liter. Melambungnya harga solar ini ternyata mulai menggoyang peta bisnis mobil bekas, khususnya untuk segmen SUV ladder frame populer seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner. Toyota memutuskan untuk menghentikan penjualan Toyota Fortuner di Australia. Rama dari Rama Dagang Mobil menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM berkualitas ini berdampak langsung pada minat beli masyarakat terhadap mobil diesel modern. "Jadi begini, untuk Pajero Sport dan Fortuner tahun 2020 ke atas yang memang diwajibkan menggunakan BBM berkualitas, pengaruhnya itu nyata. Pengaruhnya ke mana? Pastinya ke pangsa pasar yang mengecil," ujar Rama kepada Kompas.com, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, calon pembeli kini berpikir dua kali untuk meminang unit tahun muda yang mesinnya sangat sensitif jika dipaksa menelan solar murah. Meski peminat berkurang, Rama menjelaskan bahwa harga jual di tingkat showroom atau pedagang mobil bekas sebenarnya belum terjun bebas. Namun, strategi yang diambil para pedagang kini jauh lebih berhati-hati. "Namun, kalau bicara soal harga, sebenarnya belum ada penurunan signifikan, pedagang masih menjual dengan harga yang sama," katanya. Toyota Fortuner 2.8 GR Sport "Perbedaannya, saat ini pedagang cenderung menahan diri untuk tidak mengambil stok mobil diesel seperti itu dulu. Mereka ingin menghabiskan stok yang ada sampai laku terjual," tambah Rama. Kondisi sedikit berbeda ditemui pada pasar user-to-user atau penjual pribadi. Bagi mereka yang butuh dana cepat, koreksi harga mulai terjadi, meski tidak semua pemilik rela melepas mobil kesayangannya dengan harga murah. "Kalau penjualnya pribadi, biasanya mereka mungkin menurunkan harga sedikit," kata Rema. "Tapi itu pun sifatnya opsional, kalau memang ingin segera dilepas harganya turun, kalau tidak ya tetap ditahan," pungkasnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang