Tren mobil diesel yang sempat booming dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kenaikan harga solar disebut membuat minat konsumen melemah, terutama di segmen SUV diesel bekas. Bahkan tren "cumi darat" pun diklaim ikut menurun, yang sebelumnya sempat meningkat beberapa tahun ke belakang. “Cumi darat” sendiri merupakan istilah gaul otomotif untuk mobil bermesin diesel yang dimodifikasi menghasilkan asap hitam pekat dari knalpotnya. Julukan ini populer di mesia sosial (TikTok/Instagram) karena asap hitam yang disemburkan dianggap menyerupai tinta yang dikeluarkan cumi-cumi saat terancam. Singgih, pedagang mobil bekas dari Willies Mobil di Depok, Jawa Barat, mengatakan tren “cumi darat” yang sebelumnya identik dengan mobil diesel kini mulai meredup. “Sekarang tren ‘cumi darat’ juga sudah mulai berkurang. Maksudnya, kondisinya sudah enggak seperti dulu, enggak seperti setahun lalu,” ujarnya kepada Kompas.com, di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). Servis mobil diesel commonrail, mekanik melakukan purging injektor. Menurut dia, perubahan tren tersebut turut memengaruhi minat generasi muda terhadap mobil diesel. “Dari situ saja saya yakin peminat mobil diesel juga sudah berkurang, terutama dari kalangan muda yang sebelumnya ikut-ikutan FOMO main diesel,” kata dia. Ia menjelaskan, sebelum harga BBM diesel naik, mobil diesel sempat menjadi pilihan favorit karena dianggap irit dan cocok untuk penggunaan harian maupun gaya hidup. “Sebelum kenaikan ini, mobil diesel memang sedang naik daun. Dari yang saya lihat, banyak pemakainya berasal dari kalangan menengah ke bawah yang cari Innova atau Fortuner untuk dijadikan ‘cumi darat’ dan mengonsumsi Biosolar,” ujarnya. Sementara itu, konsumen dari kalangan atas dinilai tetap memilih mobil diesel karena faktor kenyamanan dan performa. Diler mobil bekas Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok “Kalau kalangan menengah ke atas mungkin pakai diesel lebih karena faktor kenyamanan. Orang pakai Fortuner VRZ misalnya, ya cari kenyamanan,” kata dia. Namun, kenaikan harga solar saat ini disebut mulai membuat konsumen berpikir ulang untuk memelihara mobil diesel. Harga solar murah tinggail Biosolar alias solar subsidi yang dijual Pertamina. Namun pemakaian solar untuk mesin diesel modern Euro-4 kurang cocok dengan spek terbaru. Showroom mobil bekas Hapsari Motor, di Kelapa Dua, Depok. “Namun, kalangan menengah ke bawah sekarang juga mulai jiper lihat harga bensin dan diesel yang sudah setinggi itu,” ujarnya. Zidan dari Salman Auto Mobilindo, mengatakan, kondisi pasar mobil diesel bekas saat ini cukup tertekan karena banyak pemilik kendaraan mulai menjual unitnya secara bersamaan. “Sangat berpengaruh, karena konsumen sekarang ini lagi panik. Banyak yang mulai menjual mobil-mobil diesel tahun muda seperti Pajero Sport dan Fortuner,” ujarnya. “Otomatis, karena yang jual banyak, harga jadi turun,” kata dia. Kemudian Rudy dari Hapsari Motor mengatakan sebagian besar diler kini memilih menahan diri untuk mengambil stok mobil diesel premium sampai kondisi pasar lebih stabil. “Saat solar Dex (Dexlite dan Pertamina Dex) naik, itu kita sebagian besar diler belum ada yang berani ambil mobil solar, terutama kelas premium seperti Pajero Sport di atas 2016 dan Toyota Fortuner,” ujarnya. “Kita semua istilahnya belum ada yang berani ambil, kalau ada ketimpangan harganya luar biasa,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang