PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di SPBU seluruh Indonesia per 4 Mei 2026. Kenaikan harga kali ini menyasar BBM jenis RON 98 atau Pertamax Turbo serta produk BBM diesel non-subsidi. Tercatat, Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp 26.000 per liter dari sebelumnya Rp 23.600 per liter pada April 2026. Sementara itu, Pertamina Dex kini dibanderol Rp 27.900 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp 23.900 per liter. Ini merupakan tren kenaikan harga yang berkelanjutan. Sebagai perbandingan, pada Maret 2026, harga Dexlite masih berada di angka Rp 14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter. Toyota memutuskan untuk menghentikan penjualan Toyota Fortuner di Australia. Kenaikan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik mobil diesel modern, khususnya segmen SUV ladder frame seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Mengingat mesin diesel common rail sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar, penggunaan solar dengan angka cetane tinggi menjadi sebuah keharusan demi menjaga performa dan keawetan komponen. Lantas, berapa biaya yang harus disiapkan pemilik kedua SUV "bongsor" ini untuk sekali isi tangki penuh atau full tank? Berikut adalah simulasinya: Toyota Fortuner SUV andalan Toyota ini memiliki kapasitas tangki bahan bakar 80 liter. Jika harga Dexlite Rp 26.000 per liter, maka pemilik harus merogoh kocek sebesar Rp 2.080.000 atau naik Rp 192.000 dari rincian harga sebelumnya. Kemudian jika pakai Pertamina Dex seharga Rp 27.900 per liter, maka total biaya mencapai Rp 2.232.000, atau naik Rp 320.000 dari rincian harga sebelumnya. komparasi Toyota Fortuner vs Mitsubishi Pajero Sport Mitsubishi Pajero Sport Pajero Sport memiliki kapasitas tangki sedikit lebih kecil dibandingkan kompetitornya, yakni 68 liter. Jika harga Dexlite Rp 26.000 per liter, maka total biaya yang dikeluarkan adalah Rp 1.768.000. Naik Rp 163.200 dari rincian harga sebelumnya. Kemudian jika pakai Pertamina Dex seharga Rp 27.900 per liter, maka biaya yang harus disiapkan menjadi Rp 1.897.200, naik Rp 272.000 dari harga sebelumnya. Sebagai informasi, penggunaan BBM berkualitas rendah pada mesin diesel modern berisiko menyumbat injektor dan mempercepat penumpukan karbon di ruang bakar. Namun, dengan harga yang kian melambung, efisiensi berkendara serta perawatan rutin kini menjadi kunci utama bagi para pemilik kendaraan diesel agar pengeluaran tetap terkontrol. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang