BAIC Indonesia meluncurkan X55 II sebagai salah satu model pertamanya. Namun, sejak diluncurkan pada Juli 2024 hingga sekarang, penjualannya masih belum sesuai dengan harapan. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), untuk penjualan Januari-Oktober 2025, kategori wholesales, X55 II baru terjual sebanyak 69 unit. COO BAIC Indonesia Dhani Yahya, mengatakan, dirinya mengakui bahwa X55 II masih belum tumbuh di segmen mid-sive SUV. Padahal, semua keleluasaan mobil ICE ada pada model tersebut. BAIC X55 II Facelift tipe Prime "Tapi, kita lihat bahwa mereka (X55 II) masih berjuang di kelasnya. Rp 380 jutaan hingga Rp 400 jutaan itu banyak elektrik. Sehingga, pergeseran di segmen itu sangat kuat," ujar Dhani, kepada wartawan, saat ditemui di Tangerang, belum lama ini. Segmen harga tersebut saat ini memang menjadi dominasi kendaraan elektrifikasi, khususnya mobil listrik asal China yang menawarkan fitur berlimpah dan harga kompetitif. Kondisi ini membuat persaingan semakin ketat bagi mobil berbasis ICE seperti X55 II. Dhani menyebut tren konsumen Indonesia yang mulai beralih ke kendaraan listrik menjadi faktor utama yang memengaruhi performa penjualan. BAIC X55 II Facelift "Segmen harga di situ banyak yang lari, dalam artian kecenderungan konsumen saat ini masih ke elektrik," kata Dhani. X55 versi facelift meluncur pada pertahan 2025. Sebelumnya hanya satu varian, yang terbaru sudah ada dua varian, yaitu Lite dan Prime. Harganya mulai Rp 388 juta hingga Rp 429 juta. Soal dapur pacu, X55 II mengandalkan mesin 1.5 L, turbo. Mesinnya dipadukan dengan transmisi 7-percepatan DCT, yang mampu menghasilkan tenaga 185 Tk dan torsi 305 Nm. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.