Pabrik BYD di Zhengzhou menjadi gambaran nyata bagaimana ambisi besar pabrikan asal China ini diterjemahkan ke dalam kemampuan produksi massal yang efisien dan presisi tinggi. Di fasilitas inilah, BYD sanggup memproduksi puluhan mobil setiap jam, sebuah angka yang menegaskan posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama kendaraan listrik global. Hal ini diungkap Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao saat rombongan media nasional mengunjungi pabrik BYD di Zhengzhou. “Pabrik BYD di Zhengzhou merupakan perwujudan nyata dari prinsip integrasi vertikal kami yang menyeluruh, di mana seluruh value chain mulai dari produksi baterai, komponen inti, perakitan akhir hingga pengujian kendaraan terkonsolidasi dalam satu ekosistem terpadu,” ujar Eagle, dalam keterangan resmi (16/1/2026). Pabrik BYD Zhengzhou bukan fasilitas biasa. Dengan luas mencapai sekitar 10,67 juta meter persegi dan nilai investasi sekitar 5 miliar dolar AS, pabrik ini menjadi salah satu basis produksi terbesar BYD di China. Pabrik BYD di Zhengzhou, China Di dalamnya, sekitar 50.000 hingga 60.000 tenaga kerja terlibat dalam ekosistem manufaktur yang sangat terotomatisasi.Tingkat otomatisasi menjadi kunci utama. Sekitar 98 persen proses produksi di pabrik ini telah dijalankan oleh sistem otomatis dan robot industri. Pada lini pengelasan misalnya, hampir seluruh pekerjaan welding dilakukan oleh robot dengan tingkat presisi sangat tinggi. Kesalahan produksi dikendalikan hingga 0,01 milimeter, angka yang mencerminkan standar manufaktur kelas dunia. Dengan integrasi 11 proses canggih yang sepenuhnya otomatis, mulai dari spot welding hingga inspeksi online, pabrik ini mampu memproduksi hampir 50 mobil per jam. Kecepatan tersebut ditopang oleh sistem pemantauan produksi real-time, sistem pengawasan operasi, hingga penakaran material otomatis. Semua dirancang agar setiap tahapan berjalan konsisten dan efisien. Keunggulan lain terletak pada filosofi integrasi vertikal BYD. Di Zhengzhou, produksi kendaraan listrik murni (EV) dan kendaraan Dual Mode (DM) atau plug-in hybrid dilakukan dalam satu ekosistem terintegrasi. Pabrik BYD di Zhengzhou, China Seluruh komponen utama DM, termasuk sistem penggerak dan komponen pendukung seperti sistem pendingin udara, diproduksi dan dirakit di fasilitas yang sama. BYD meneliti, mengembangkan, hingga memproduksi sendiri komponen-komponen kunci tersebut. Pendekatan ini membuat rantai pasok menjadi lebih ringkas, konektivitas antar komponen lebih terjaga, dan biaya produksi dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas. Prinsip serupa juga diterapkan pada lini EV, termasuk produksi Blade Battery yang dilakukan dari hulu ke hilir dalam satu kawasan. Di kawasan yang sama, BYD juga menghadirkan fasilitas Di-Space, yang menampilkan perjalanan perusahaan selama lebih dari 30 tahun. Dari awal berdiri di Shenzhen pada 1994 sebagai produsen baterai isi ulang, masuk ke industri otomotif pada 2003, hingga kini memiliki empat pilar bisnis utama: elektronik, otomotif, energi terbarukan, dan transportasi. Pabrik Zhengzhou menjadi simbol keberanian BYD memasuki era elektrifikasi dan kecerdasan teknologi. Dengan kemampuan memproduksi puluhan mobil setiap jam secara presisi dan efisien, BYD menunjukkan bahwa skala besar dan kualitas tinggi bukan lagi dua hal yang saling bertentangan, melainkan fondasi utama untuk memenangkan era kendaraan listrik global. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang