Jumlahnya kecil, tapi dampaknya besar. Populasi truk di Indonesia hanya sekitar 4 persen dari total kendaraan bermotor, namun menyumbang lebih dari 40 persen emisi di sektor transportasi. Fakta ini menunjukkan ironi dalam sistem transportasi nasional. Kendaraan yang secara populasi minor justru menjadi kontributor utama polusi udara, terutama dari aktivitas logistik yang bergantung pada truk berbahan bakar diesel. Truk hanya 4 persen populasi kendaraan, tapi menyumbang lebih dari 40 persen emisi transportasi, jadi sorotan dalam upaya tekan polusi nasional. Urban Mobility Manager di World Research Institute (WRI) Indonesia, Dimas Fadhil, mengungkapkan bahwa kontribusi emisi dari truk mencapai sekitar 40,56 persen, jauh melampaui proporsinya dalam populasi kendaraan. “Jumlah truk itu mungkin hanya sekitar 4 persen dari total kendaraan nasional. Tapi dari perhitungan kami, kontribusinya mencapai sekitar 40,56 persen emisi di sektor transportasi,” ujar Dimas dalam diskusi di Jakarta, Rabu (8/4/2026). Deretan truk yang antre di Dermaga Bulusan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Ketimpangan ini tidak lepas dari karakteristik operasional truk yang menggunakan bahan bakar solar dengan intensitas penggunaan tinggi. Truk menjadi tulang punggung distribusi barang, dengan hampir 90 persen pergerakan logistik di Indonesia masih mengandalkan moda ini. Selain berdampak pada lingkungan, kondisi tersebut juga membebani anggaran negara. Tingginya konsumsi solar membuat alokasi subsidi dan kompensasi bahan bakar diesel membengkak hingga puluhan triliun rupiah. Melihat besarnya dampak tersebut, WRI Indonesia mendorong percepatan transformasi di sektor kendaraan barang, termasuk melalui elektrifikasi truk. Namun, langkah ini dinilai belum cukup jika tidak diiringi pembenahan sistem logistik secara menyeluruh. Truk Listrik yang digunakan DLH DKI Jakarta “Elektrifikasi adalah salah satu solusi, tapi harus dikombinasikan dengan pendekatan lain seperti efisiensi distribusi dan peralihan ke moda transportasi yang lebih rendah emisi,” kata Dimas. Dengan kontribusi emisi yang besar dari sektor yang relatif kecil, pembenahan kendaraan logistik menjadi kunci dalam upaya menekan polusi sekaligus mencapai target dekarbonisasi transportasi di Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang