Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat ekspor mobil Indonesia sepanjang November 2025 bergerak dinamis. Dalam data terbaru, ekspor mobil utuh buatan dalam negeri atau completely built–up (CBU) kembali mencatat kenaikan bulanan, sementara kiriman mobil secara terurai (completely knocked down/CKD) serta komponen melemah. Secara perinci, ekspor CBU pada November 2025 tercatat 46.920 unit, naik 3,4 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 45.379 unit. Ilustrasi ekspor mobil Toyota Secara tahunan (year on year), kinerja ini juga menunjukkan penguatan cukup signifikan, tumbuh 26,4 persen dibandingkan November 2024 yang berada di angka 37.130 unit. Namun berbeda dengan CBU, ekspor CKD justru berbalik turun. Total pengiriman pada November 2025 hanya 5.026 set unit, atau terkoreksi 9,6 persen dari Oktober 2025 yang mencapai 7.140 set unit. Meski begitu, bila dibandingkan periode sama tahun lalu, kinerja CKD justru masih moncer, tumbuh 70,3 persen dari sebelumnya 2.952 set unit. Sementara ekspor komponen kendaraan pada periode yang sama juga melemah cukup dalam. Total pengiriman tercatat 9.558.868 pieces (pis), turun 22,2 persen dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 12.287.422 pis. Namun secara tahunan pelemahannya lebih moderat, hanya 11,4 persen dari November 2024. Secara kumulatif Januari–November 2025, ekspor mobil CBU tetap menunjukkan tren positif. Total pengiriman tercatat 473.971 unit, meningkat 10,6 persen dibandingkan periode sama 2024 yang berada pada level 428.613 unit. Ilustrasi produksi mobil. Angka CKD pun melaju lebih kencang, tumbuh 35,6 persen dari 42.655 set unit menjadi 57.839 set unit dalam 11 bulan pertama 2025. Adapun ekspor komponen masih mengalami perlambatan tahun berjalan, namun tidak terlalu dalam. Total realisasi 129.998.991 pis atau turun 9,4 persen dari periode sama 2024 (143.538.782 pis). Dari sisi merek, Toyota kembali memimpin ekspor CBU sepanjang November 2025 dengan 13.973 unit. Di belakangnya ada Daihatsu (12.258 unit), Mitsubishi Motors (11.211 unit), dan Suzuki (3.303 unit). Hyundai berada di posisi kelima dengan 3.195 unit, disusul Honda 1.862 unit. Tiga merek lain berada di bawah 1.000 unit, yaitu Isuzu (618 unit), Wuling (490 unit), dan Hino (10 unit). Di kategori CKD, Mitsubishi Motors menjadi penyumbang terbesar dengan 3.286 set unit. Hyundai menyusul dengan 1.080 set unit, lalu Suzuki 660 set unit. Sementara untuk komponen, Toyota menjadi eksportir terbesar dengan 8.300.476 pis, diikuti Honda (1.147.434 pis) serta Hino (102.764 pis). Hyundai dan Suzuki masih berada pada kisaran volume yang jauh lebih kecil, masing-masing 5.362 pis dan 2.832 pis. Menteri Perindustrian memberikan apresiasi atas pencapaian terbaru dari PT Chery Motor Indonesia melalui ekspor Omoda 5, yang merupakan produk mobil dengan setir kiri, menuju pasar Vietnam. Berikut rapor ekspor mobil dari Indonesia November 2025: 1. Toyota: 13.973 unit2. Daihatsu: 12.258 unit3. Mitsubishi Motors: 11.211 unit4. Suzuki: 3.303 unit5. Hyundai: 3.195 unit6. Honda: 1.862 unit7. Isuzu: 618 unit8. Wuling: 490 unit9. Hino: 10 unit Ekspor CKD 1. Mitsubishi Motors: 3.286 set unit2. Hyundai: 1.080 set unit3. Suzuki: 660 set unit Ekspor Komponen 1. Toyota: 8.300.476 pis2. Honda: 1.147.434 pis3. Hino: 102.764 pis4. Hyundai: 5.362 pis5. Suzuki: 2.832 pis Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang