Penyempitan biasanya terjadi akibat perbaikan jalan, proyek konstruksi, atau perubahan jumlah lajur. Saat dua lajur harus menyatu menjadi satu, pengemudi kerap saling berebut masuk lebih dulu, sehingga arus lalu lintas justru terhambat. Untuk mengatasi hal tersebut, ada metode berkendara yang bisa diterapkan, yaitu zipper merge. Metode ini mengatur kendaraan dari dua lajur agar masuk secara bergantian di titik penyempitan jalan, seperti gigi resleting. Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa zipper merge memiliki teknik khusus agar bisa berhasil salah satunya yaitu dilakukan tepat sebelum titik penyempitan. “Jadi tekniknya itu dilakukan di titik mulut bottleneck. Misal zipper merge dilakukan 15 meter sebelum bottleneck-nya (penyempitan) tidak bisa. Tidak bisa langsung masuk begitu saja,” kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (4/1/2026). Menurut Jusri, inti dari zipper merge adalah bergantian, bukan saling mendahului. Pola masuk kendaraan harus tertib dan berurutan. “Zipper merger harus dilakukan bergantian ke kanan dan ke kiri,” katanya. Kemacetan di Jalan Gatot Subroto di depan Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/5/2025). Jusri mencontohkan, jika penyempitan terjadi di sisi kanan jalan, maka kendaraan dari lajur kiri yang akan masuk ke lajur kanan. “Jika bottleneck terjadi di sisi kanan yang menyempit dan sisi kiri tertutup, maka kendaraan dari kiri masuk ke kanan,” ujarnya. “Saat masuk ke kanan, kendaraan di lajur kanan tidak boleh mendorong atau memaksakan diri, cukup menahan. Setelah kendaraan dari kiri lewat, barulah kendaraan dari kanan berjalan,” ujarnya. Setelah itu, giliran kendaraan dari lajur lain untuk maju ketika ada ruang kosong. Traffic bottle neck atau penyempitan ruas jalan di arah masuk terowongan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (28/7/2013). Akibatnya, kendaraan yang hendak masuk terowongan dan mengarah ke Cideng terhambat kendaran yang hendak menuju Pasar Tanah Abang “Kemudian, ketika ada ruang kosong di lajur kiri, kendaraan dari kiri kembali maju. Polanya bergantian.” Jusri menegaskan, kunci keberhasilan zipper merge bukan hanya pada teknik, tetapi juga pada kesadaran dan empati pengemudi. Jika dilakukan dengan benar, metode ini dapat membantu mengurangi kemacetan, menekan potensi konflik, dan membuat arus lalu lintas lebih tertib di jalan yang menyempit. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang