Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) Korlantas Polri mulai mematangkan berbagai langkah pengamanan dan kelancaran lalu lintas menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto, mengatakan, pihaknya telah memetakan titik rawan kecelakaan serta titik rawan kemacetan yang berpotensi meningkat selama periode libur akhir tahun. “Barusan saya membuka Rakor Manajemen Keselamatan Rekayasa tentang Blackspot dan Troublespot. Ini merupakan kegiatan yang pada dasarnya sudah sejak dulu kita kerjakan, di mana dibutuhkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya preventif,” ujar Prianto, dalam keterangan tertulis (20/11/2025). Satlantas Polresta Cirebon Jawa Barat melakukan flag off penerapan sistem satu arah di KM 188 menuju KM 70 Cikampek Utama, pada Kamis (3/4/2024) siang. Ia menegaskan bahwa identifikasi black spot dan trouble spot merupakan bagian dari antisipasi untuk menurunkan angka kecelakaan serta fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. “Troublespot dan Black Spot ini adalah salah satu antisipasi kita dalam rangka menurunkan angka laka lantas dan fatalitas korban kecelakaan itu sendiri. Kebetulan sebentar lagi kita akan melaksanakan operasi Nataru,” ucap Prianto. Polri berharap seluruh data yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta sehingga mendukung kelancaran operasi Nataru. Selain itu, pendekatan humanis juga menjadi fokus penting dalam pengamanan kali ini. Gerbang Tol Cikampek Utama 2 “Jadi menyampaikan perintah Bapak Kakorlantas bahwa sekarang kita lebih kepada kegiatan Polantas Menyapa, bukan lagi hanya penegakan hukum. Kita lebih cenderung kepada kegiatan-kegiatan yang sifatnya menyambangi dan menemui masyarakat langsung on the spot,” katanya. Sementara itu, Kasubdit Jemenopsrek Ditkamsel Korlantas Polri Kombes Pol Yong Ferrydjon turut menekankan pentingnya komunikasi lintas instansi dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. “Komunikasi yang kita bangun sudah terjalin dengan baik dan hasilnya mulai kita rasakan bersama,” kata Yong. Ilustrasi: Kecelakaan di Jawa Timur. “Pada saat operasi Ketupat kemarin, kolaborasi tersebut terlihat jelas sehingga angka kecelakaan dapat kita kendalikan. Angka kecelakaan mengalami penurunan dan fatalitas juga terjaga dengan baik,” ujarnya. Dengan berbagai persiapan teknis, koordinasi lintas sektor, dan pendekatan menyapa masyarakat, Korlantas Polri menargetkan arus mudik dan balik Nataru 2025/2026 dapat berjalan lebih aman, tertib, dan lancar. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.