Sebagai upaya meningkatkan keselamatan bagi para pengemudi angkutan logistik, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kompetensi Pengemudi Perusahaan Angkutan Barang Umum (Safety Driving). Berlangsung di Politeknik Penerbangan Surabaya, Jawa Timur, kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan dengan PT Gaya Makmur Mobil (GMM), yang diikuti 38 perusahaan angkutan barang, terdiri dari 58 pengemudi dan 20 perwakilan manajemen perusahaan. Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Yusuf Nugroho mengatakan, ajang ini merupakan komitmen pemerintah bersama pelaku usaha dalam menjamin keselamatan industri angkutan barang yang berperan penting dalam perekonomian nasional. “Industri angkutan barang berperan penting dalam perekonomian, tetapi data dari Korlantas menunjukkan 10 persen kecelakaan di jalan melibatkan angkutan barang. Kecelakaan dapat memengaruhi perekonomian nasional karena korbannya mayoritas berusia produktif, menyebabkan kerusakan material, dan memengaruhi pelayanan jasa angkutan,” kata Yusuf dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026). Kendaraan yang terlibat kecelakaan di KM 76 Tol Tangerang Merak menyebabkan arus kendaraan menuju Merak tersendat. Senin (16/3/2026). Menurutnya, faktor manusia memberikan kontribusi besar terhadap penyebab kecelakaan. Karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi pengemudi angkutan barang, terutama kemampuan defensive driving dalam kondisi darurat. Yusuf menjelaskan, selain kemampuan pengemudi, perlu juga penerapan tata kelola keselamatan yang komprehensif dan terkoordinasi melalui Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK-PAU). “Jadi selain pengemudi, edukasi pentingnya pelaksanaan SMK-PAU juga diberikan kepada level manajemen perusahaan,” ujarnya. Para pengemudi yang mengikuti bimtek mendapatkan sejumlah materi, mulai dari tata cara muat barang, keterampilan dan pemahaman pre-trip inspection, hingga klasifikasi dan identifikasi barang yang diangkut. Selain itu, peserta juga dibekali kecakapan mengemudi, defensive driving, serta pemahaman terhadap peraturan dan regulasi yang berlaku. Kemenhub Bimtek “Peran dan dukungan manajemen perusahaan adalah hal yang tidak kalah penting. Harapannya seluruh perusahaan angkutan barang dapat menerapkan Standar Operasional Prosedur secara konsisten dan disesuaikan dengan regulasi pemerintah,” kata Yusuf. Karena itu, lanjut Yusuf, melalui kegiatan ini diharapkan pihak manajemen perusahaan dapat mengatur jam kerja pengemudi sesuai aturan yang berlaku. Pengaturan jam kerja dinilai penting untuk mencegah kelelahan, sehingga dapat menekan potensi kecelakaan dan fatalitas. Selain mendapatkan materi teori, para peserta juga melaksanakan sesi praktik safety driving serta sesi wawancara dalam rangka penilaian kompetensi. Diharapkan melalui kegiatan ini akan terjalin kerja sama dan sinergi dalam mewujudkan pelayanan transportasi angkutan barang yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Kemenhub Bimtek “Kami juga berharap kegiatan ini dilakukan secara konsisten sehingga ke depannya dapat berdampak pada peningkatan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang