Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan, keselamatan berlalu lintas bukan hanya soal aturan, tapi juga budaya saling menghargai, tertib, dan peduli. Hal ini disampaikan Aan dalam kegiatan spesial Hari Kartini bertajuk “Glow with Safety 2026”. Ajang ini bertujuan mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan budaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Dalam sambutannya, Aan menyampaikan, perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai dan budaya keselamatan kepada anak-anak. Semakin tinggi kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, semakin terlihat kualitas peradaban suatu bangsa. "Jadi budaya itu mencerminkan peradaban suatu bangsa. Orang yang beradab pasti memahami aturan demi keselamatan,” kata Aan dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026). Lebih lanjut dijelaskan, masalah keselamatan lalu lintas di jalan masih menjadi tantangan. Data Korlantas Polri menunjukkan adanya kenaikan jumlah kejadian kecelakaan sejak 2021 hingga 2025. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan Pada 2025, angkanya mencapai 158.508 kejadian. Kecelakaan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada potensi penurunan kesejahteraan keluarga akibat kepala keluarga menjadi korban kecelakaan lalu lintas. “Di Indonesia, setiap satu jam ada dua sampai tiga orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Dampaknya tidak hanya pada korban, tetapi juga keluarga yang ditinggalkan. Ini yang harus kita sadari bersama bahwa keselamatan lalu lintas sangat menentukan masa depan keluarga,” ujarnya. Masih dari sumber data yang sama, pada 2025 kelompok usia muda menjadi yang paling rentan, dengan 52 persen korban berusia 15–24 tahun. Selain itu, sepeda motor masih mendominasi kecelakaan dengan kontribusi lebih dari 76 persen dari total kejadian. Banyak Kasus Anak Kecil Naik Motor, Polisi Tegur Para Orang Tua “Kalau generasi mudanya menjadi korban kecelakaan, tentu ini akan berdampak pada masa depan bangsa. Di sinilah ibu atau perempuan bisa berperan sebagai pendidik pertama yang menanamkan nilai disiplin, empati, dan kepatuhan terhadap aturan sejak dini," katanya. Aan mengatakan, peran ibu sangat fundamental dalam membentuk karakter anak, termasuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas. Selain itu, perempuan juga dapat berperan sebagai pengawas mobilitas sehari-hari serta memberi contoh perilaku aman di jalan. Hari Kartini bertajuk ?Glow with Safety 2026? “Ibu-ibu memiliki jaringan sosial yang kuat yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Perempuan bukan hanya bagian dari korban, tetapi juga bagian dari solusi dalam menciptakan keselamatan di jalan,” ujar Aan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang