Indonesia dihadapkan pada persoalan serius terkait keselamatan jalan yang membutuhkan perhatian lebih. Berdasarkan data Korlantas Polri tahun 2025, tercatat sebanyak 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas. Data yang telah diolah oleh Road Safety Association (RSA) menunjukkan, terdapat 24.296 korban meninggal dunia, 19.311 luka berat, dan 195.271 luka ringan. Mobil dan truk ringsek setelah tabrakan di Jalan Brosot- Nagung pada Kalurahan Cerme, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiga orang luka berat. Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia Rio Octaviano mengatakan, kecelakaan lalu lintas tidak hanya berdampak pada korban jiwa, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi yang besar. "Selain korban jiwa, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan. Kerugian material tercatat sebesar Rp 314 miliar," kata Rio dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026). "Namun setelah dilakukan pengolahan data secara komprehensif oleh RSA, termasuk perhitungan biaya pemakaman, biaya pengobatan, serta kehilangan produktivitas, total beban ekonomi kecelakaan lalu lintas di Indonesia diperkirakan melampaui Rp 3 triliun per tahun," ujarnya. Menurutnya, pendekatan tersebut mengacu pada praktik perhitungan dampak ekonomi kecelakaan yang digunakan secara internasional, World Bank tahun 2017, dan OECD pada 2015. Tabrakan bus dan dua Truk Tronton di Pantura Pati-Rembang, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (23/9/2024) dini hari. Enam orang tewas dan empat orang luka-luka. Selain itu, biaya langsung yang ditanggung masyarakat juga tidak sedikit. Berdasarkan perhitungan RSA, biaya pemakaman korban meninggal mencapai sekitar Rp 243 miliar. Kemudian, biaya pengobatan untuk korban luka berat sekitar Rp 386 miliar, serta luka ringan sekitar Rp 293 miliar. Secara total, biaya tersebut telah melampaui Rp 1,2 triliun. "Di luar itu, kecelakaan lalu lintas menyebabkan hilangnya sekitar 2,8 juta hari kerja atau lebih dari 22 juta jam kerja, yang jika dikonversikan ke nilai ekonomi setara dengan potensi kehilangan produksi sekitar Rp 1,8 triliun," kata Rio. "Estimasi ini menggunakan pendekatan makro berbasis produktivitas nasional dan perlu dipahami sebagai potensi ekonomi (BPS, 2026)," ujarnya. Lebih lanjut, Rio menjelaskan bahwa dampak tersebut tidak hanya dirasakan pada tingkat nasional, tetapi juga menghantam langsung kondisi ekonomi rumah tangga. Arus lalin di lajur contraflow Km 57 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek arah Jakarta nampak padat pada Selasa (24/3/2026) pukul 17.00 WIB. Dengan rata-rata pendapatan pekerja sekitar Rp 3,33 juta per bulan, sementara garis kemiskinan rumah tangga berada di kisaran Rp 3 juta per bulan, ruang aman ekonomi masyarakat dinilai sangat tipis. "Dalam kondisi ini, satu kejadian kecelakaan saja dapat mengganggu stabilitas ekonomi keluarga," ungkapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang