PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) untuk memproduksi baterai kendaraan listrik di Indonesia. Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah penting perusahaan yang genap berusia 55 tahun di Tanah Air dalam memperkuat ekosistem elektrifikasi sekaligus meningkatkan kandungan lokal. "Kami dengan bangga mengumumkan kolaborasi strategik dengan CATL di Indonesia. Melalui kolaborasi ini kami akan memperdalam lokalisasi baterai hybrid electric vehicle dengan pembuatan komponen sel serta modul baterai yang saat ini masih diimpor," katanya di Jakarta, Senin (20/4/2026). Kerja Sama TMMIN dengan CATL "Inisiatif ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas pertemuan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto berserta jajarannya dengan Toyota di Tokyo pada Maret lalu," lanjutnya. Nandi menjelaskan, dalam pertemuan itu, terdapat kesamaan visi untuk memperkuat peranan Indonesia dalam rantai pasok nasional, sebagai basis produksi dan ekspor bagi Global South, serta mendorong industri otomotif nasional yang semakin kompetitif melalui hilirisasi Sebagai bagian dari proyek tersebut, TMMIN menggelontorkan investasi sebesar Rp 1,3 triliun. Investasi ini difokuskan pada pengembangan produksi baterai yang dilakukan secara bertahap, seiring penguatan ekosistem industri. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi strategis dalam jaringan global Toyota. “Lokalisasi merupakan sebuah perjalanan yang tidak dapat dicapai secara instan, melainkan dilakukan secara bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu, komitmen, serta kolaborasi yang kuat,” kata dia. Ia berharap proyek ini mampu meningkatkan daya saing industri nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat ketahanan energi. Toyota bZ4X Dari sisi mitra, Executive President of Japan Business Group CATL Ni Zheng menyatakan bahwa fasilitas produksi baterai telah siap beroperasi. Seluruh instalasi dan pengujian disebut telah memenuhi standar global Toyota. “Fasilitas baterai telah menyelesaikan instalasi peralatan, komisioning, dan tes, sepenuhnya sesuai standar kualitas tertinggi global Toyota, dan siap untuk produksi,” ujar Ni Zheng. Ia menambahkan, kerja sama ini menjadi tonggak awal dalam pengembangan ekosistem energi baru di Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara Toyota dan CATL di kawasan Asia. Ke depan, kedua perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat teknologi, serta memperluas jaringan manufaktur lokal guna mendukung strategi elektrifikasi Toyota. Kolaborasi Toyota dan CATL juga sejalan dengan pendekatan multi-pathway yang diterapkan Toyota dalam menekan emisi karbon. Strategi ini mencakup pengembangan berbagai teknologi, mulai dari hybrid electric vehicle (HEV) hingga battery electric vehicle (BEV). Sejarah Toyota di Indonesia Dengan adanya produksi baterai lokal, diharapkan harga kendaraan elektrifikasi dapat semakin kompetitif dan adopsinya di pasar domestik meningkat. "Harapan kami kolaborasi ini akan memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia dalam memperkuat daya saing rantai pasok nasional, mendorong hilirisasi, pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan nilai kandungan lokal, dan ketahanan energi yang seluruhnya sejalan kepentingan nasional," ucap Nandi. "Kami akan terus berkomitmen untuk tumbuh bersama Indonesia dengan membahagikan solusi mobilitas yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi masa depan yang lebih baik," tutupnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang