Jalan tergenang air kerap membuat pengendara lengah terhadap kondisi permukaan aspal yang sebenarnya. Salah satu ancaman yang sering luput diperhatikan adalah penutup saluran air atau grill drainase yang tertutup genangan. Meski tampak sepele, komponen jalan ini dapat menjadi pemicu hilangnya traksi hingga menyebabkan motor oleng, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Menurut Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pengendara kerap tidak menyadari bahwa penutup saluran air memiliki karakter permukaan yang berbeda dengan aspal. Material logam atau beton yang kedap air membuat daya cengkeram ban berkurang drastis ketika basah. “Penutup saluran air itu licin, apalagi saat tertutup air. Ban motor jadi sulit mendapatkan grip karena permukaannya tidak menyerap air seperti aspal,” kata Victor kepada Kompas.com, Kamis (22/1/2026). Victor menjelaskan, risiko semakin besar ketika pengendara melintas dengan kecepatan tinggi atau melakukan pengereman di atas penutup saluran air. Banjir genangan yang terjadi di ruas Jalan DI Panjaitan Indramayu imbas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Indramayu sejak pagi hari, Kamis (22/1/2026) Dalam kondisi tersebut, ban dapat kehilangan traksi secara tiba-tiba dan memicu efek oleng yang sulit dikendalikan. Selain faktor material, perbedaan ketinggian antara aspal dan penutup saluran air juga menjadi masalah. Celah atau permukaan yang tidak rata dapat menimbulkan efek kejut pada roda, yang berpotensi mengganggu keseimbangan motor, terutama pada kendaraan roda dua. Ia menyarankan pengendara untuk mengurangi kecepatan saat melintasi jalan tergenang dan sebisa mungkin menghindari melaju tepat di atas penutup saluran air. Jika tidak bisa dihindari, pastikan motor dalam posisi lurus dan hindari pengereman mendadak. “Jaga kecepatan tetap rendah, posisi motor lurus, dan jangan mengerem di atas penutup saluran air. Ini penting untuk menjaga kestabilan dan mencegah motor selip,” ujarnya. Dengan meningkatnya intensitas hujan, kewaspadaan terhadap detail kecil di jalan menjadi kunci keselamatan. Mengenali titik-titik rawan seperti penutup saluran air dapat membantu pengendara mengurangi risiko kecelakaan saat berkendara di kondisi jalan basah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang